Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Membangun Harmoni di Tengah Keberagaman: Peran Indonesia dalam OIC-CA 2023

Kemenpora Harap Indonesia Miliki Peran Membangun Harmoni Keberagaman Dunia (Foto: dok/ist).

Jurnalis:

Kabar Baru, Samarinda- Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) memiliki harapan besar terhadap kegiatan Organization Islamic Cooperation – Cultural Activity (OIC-CA) 2023, karena melalui kegiatan ini Indonesia dapat memainkan peran penting dalam membangun harmoni di tengah-tengah keberagaman dunia. Asrorun Ni’am Sholeh, Deputi Bidang Pengembangan Pemuda, mengungkapkan pandangannya saat menjadi panelis pada diskusi tingkat tinggi bersama delegasi negara anggota OIC-CA di Auditorium 22 Dzulhijjah, Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda, Kalimantan Timur, pada hari Senin, 10 Juli.

Menurut Asrorun Ni’am, keberagaman di dunia ini adalah kenyataan yang tidak bisa diabaikan. Oleh karena itu, keberagaman tersebut harus dirawat dengan baik agar terhindar dari potensi perpecahan, dan sebaliknya, dijadikan kekuatan dalam membangun peradaban yang lebih baik. “Keragaman adalah sesuatu yang nyata, dan jika tidak dikelola dengan baik, dapat menyebabkan pertentangan dan permusuhan. Namun, jika dikelola dengan baik, keragaman tersebut akan menjadi faktor perekat bagi bangsa kita,” tambahnya.

Salah satu agenda utama dalam OIC-CA 2023 adalah membahas tentang keberagaman dan bagaimana cara mengelolanya agar dapat membantu membangun peradaban yang lebih baik di masa depan. Asrorun menjelaskan beberapa hal mengenai aspek normatif perbedaan yang diberikan oleh Tuhan, serta bagaimana mengelola perbedaan tersebut agar menjadi kekuatan sebagai modal sosial untuk kebaikan di masa depan.

Asrorun kemudian melanjutkan dengan menyampaikan perspektif sejarah Indonesia. Perbedaan adalah sesuatu yang nyata di Indonesia. Namun, Indonesia memiliki khazanah (kekayaan) yang dapat dioptimalkan untuk mengelola perbedaan tersebut menjadi kekuatan, yang dikenal dengan filosofi Bhineka Tunggal Ika.

“Dalam konteks ke-Islaman, kita juga memiliki sejarah panjang terkait dengan komitmen membangun kebersamaan di tengah keragaman. Bahkan, isu komitmen ini menjadi salah satu pesan penting yang disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW saat haji Wada,” jelasnya.

Kemenpora memiliki pengalaman yang baik dalam mengelola perbedaan baik di tingkat regional, nasional, maupun internasional. Di tingkat nasional, Kemenpora telah memfasilitasi pertemuan anak-anak muda dari berbagai provinsi melalui proyek bersama yang disebut PPAP, yang telah dilaksanakan dua kali.

“Selanjutnya, pada tingkat ASEAN, Indonesia telah mengusulkan dan ditetapkan sebagai tuan rumah permanen untuk kegiatan Asean Youth Interfaith Camp (AIYC) melalui pertemuan SOMY yang telah berjalan selama empat tahun. Dalam pertemuan tersebut, para pemimpin muda agama dari negara-negara anggota ASEAN bertemu untuk membangun kerjasama, dialog tentang toleransi, inklusivitas, dan kerjasama,” tutupnya.

Dalam upaya membangun harmoni di tengah keberagaman, Indonesia telah aktif melibatkan diri dalam kegiatan regional maupun internasional. Partisipasi dalam OIC-CA 2023 menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk memperluas jangkauan kerja sama dan memperkuat peran sebagai penghubung di antara negara-negara anggota. Dengan memperhatikan keberagaman sebagai kekuatan dan sumber daya yang berharga, Indonesia berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam menciptakan harmoni global.

Kabarbaru Network

https://beritabaru.co/

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store