Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Kabar dari Gaza, Korban Bom Fosfor Berdatangan, Darurat Alat Medis

Jurnalis:

Kabar Baru, Jakarta – Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) mendapatkan kabar langsung dari Gaza melalui dr. Mueen Al Shurafa Sp An, dokter penerima beasiswa BSMI yang menamatkan pendidikan dokter spesialis di UNS Surakarta.

dr Mueen mengatakan, saat ini korban bom fosfor serangan penjajah zionis sudah mulai berdatangan di RS Kamal Adwan Gaza dengan luka bakar mencapai 80 persen.

Dia mengabarkan karena keterbatasan RS, sebagian pasien korban bom fosfor dirujuk ke RS Asyifa Gaza.

Baca Juga  PPI Dunia Imbau Pelajar Luar Negeri Tenang dan Terima Hasil Resmi Pemilu

dr. Mueen menceritakan, karena keterbatasan alat dan bahan medis, beberapa tindakan harus ‘diakali’. Seperti anastesi saat operasi yang dosisnya dikurangi hingga 50 persen.

“Kami tetap pakai bius untuk operasi-operasi namun dosisnya yang dikurangi. Harusnya kami berikan 200 mg ini terpaksa cuma pakai 50 mg. Penghematan, kondisi tidak memungkinkan,” kata dr Mueen.

Situasi penanganan kesehatan di Gaza benar-benar dalam keadaan darurat sekali. Ia menceritakan, alat-alat yang seharusnya sekali pakai (disposable) terpaksa harus dipakai ulang karena keterbatasan.

Baca Juga  Museum NTB Lakukan Diplomasi Kebudayaan Ke Saudi Arabia

“Kondisinya sudah gawat darurat medis, jarum spinal untuk bius lewat punggung terpaksa harus dipakai ulang,” ungkap dr Mueen.

Ia menceritakan saat ini kondisinya RS Kamal Adwan dan RS Indonesia di Gaza hanya khusus menangani korban luka. Penyakit lain dan persalinan diarahkan ke RS-RS kecil.

“Sama sekali tidak ada listik, tidak ada BBM jadi harus pakai aki untuk peralatan listik dan terbatas,” ungkap dia.

Baca Juga  Memperoleh Visa UK dengan Mudah: Panduan Pengurusan Visa UK

Ia juga menceritakan saat ini tank-tank penjajah Zionis sudah berjarak 500 m dari RS Indonesia dan RS Kamal Adwan. Kedua RS ini lokasinya berdekatan di wilayah Gaza Utara.

“Gaza City sudah kosong, warga geser ke perifer namun tidak mau keluar Gaza. Saya dan keluarga juga berada disini,” ungkap dr Mueen.

Di tempat pengungsian saat ini yang krisis adalah air bersih. Bantuan pun hanya diperbolehkan sampai Khan Younis dan wilayah Nusairat.

Kabarbaru Network

https://beritabaru.co/

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store