GP Ansor Jakarta Timur Tegaskan Penolakan Premanisme, Dorong Penegakan Hukum atas Kasus Kekerasan terhadap Banser

Jurnalis: Wafil M
Kabar Baru, Jakarta — Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jakarta Timur menyatakan sikap tegas dengan mengutuk keras segala bentuk tindakan kekerasan dan premanisme yang diduga dilakukan oleh Bahar bin Smith terhadap anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser).
Ketua GP Ansor Jakarta Timur, Taufik Muhammad Guntur, menegaskan bahwa tindakan kekerasan tersebut merupakan perbuatan yang tidak dapat dibenarkan secara hukum, moral, maupun nilai-nilai keagamaan, serta bertentangan dengan prinsip negara hukum sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.
“Premanisme dan kekerasan, apalagi jika mengatasnamakan simbol agama atau kelompok tertentu, adalah bentuk penyimpangan serius yang mencederai rasa keadilan, ketertiban umum, dan persatuan bangsa,” ujar Taufik dalam pernyataan resminya, Jumat (7/2/2026).
GP Ansor Jakarta Timur juga menyatakan dukungan penuh terhadap langkah ratusan kader Banser yang menyampaikan aspirasi secara tertib dan damai di depan Polres Metro Tangerang Kota. Aksi tersebut dinilai sebagai bentuk partisipasi warga negara yang sah dalam mendorong aparat penegak hukum agar bertindak tegas, profesional, dan transparan.
Dalam pernyataannya, GP Ansor Jakarta Timur menyampaikan sejumlah sikap organisasi, antara lain:
- Menolak segala bentuk kekerasan dan premanisme, tanpa kecuali dan tanpa pandang bulu.
- Mendukung penuh proses penegakan hukum yang adil, objektif, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
- Mendesak aparat kepolisian agar menuntaskan proses hukum secara cepat dan transparan demi memberikan kepastian hukum serta rasa keadilan bagi korban.
- Mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga ketenangan, tidak terprovokasi, serta mempercayakan sepenuhnya penanganan perkara kepada aparat yang berwenang.
Lebih lanjut, Taufik menegaskan bahwa GP Ansor Jakarta Timur berkomitmen untuk terus menjaga nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin, memperkuat persatuan nasional, serta berada di garda terdepan dalam melawan segala bentuk kekerasan yang berpotensi mengancam ketertiban umum dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Keamanan, keadilan, dan persatuan bangsa adalah tanggung jawab bersama. Kami mengajak seluruh pihak untuk menjunjung tinggi hukum dan mengedepankan akhlak serta etika dalam kehidupan bermasyarakat,” tutupnya.
Pernyataan ini disampaikan sebagai siaran pers resmi GP Ansor Jakarta Timur untuk menjadi perhatian publik dan bahan pemberitaan media.
Insight NTB
Daily Nusantara
Suara Time
Kabar Tren
Portal Demokrasi
IDN Vox
Lens IDN
Seedbacklink

