Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Gagal Awasi Mitra SPPG, Ketua Satgas MBG Kabupaten Pamekasan Harus Dicopot

Kabarbaru co
Ketua Satgas MBG Pamekasan H. Sukriyanto sekaligus Wabup Pamekasan (Dok.Istimewa).

Jurnalis:

Kabarbaru, Pamekasan – Sikap Ketua Satgas MBG Pamekasan H. Sukriyanto sekaligus wakil Bupati Pamekasan yang terkesan membiarkan aksi YD, bos dapur SPPG yang menyawer pedangdut Valen Akbar di Gedung Bakorwil Pamekasan, Rabu (25/3/2026) malam, menuai kecaman keras dari kalangan aktivis.

Alih-alih melakukan evaluasi, Sukriyanto justru menyebut tindakan YD sebagai urusan pribadi. “Terserah dia lah,” ujarnya singkat. Ia bahkan memastikan tidak ada sanksi karena menganggap tidak ada aturan yang dilanggar.

Pernyataan tersebut langsung memicu reaksi keras dari Ketua Gerakan Peduli Pamekasan (GPP), Syafiq. Ia menilai Ketua Satgas MBG Pamekasan gagal memahami posisi strategis pengelola dapur SPPG yang saat ini menjadi bagian dari program yang disorot publik secara luas.

Menurut Syafiq, tindakan YD yang berjoget sambil menghamburkan uang 50.000, bahkan, bukan sekadar hiburan biasa. Ia menilai hal tersebut mencoreng citra pemilik program unggulan Presiden Prabowo.

“Ketika pemilik dapur SPPG justru mempertontonkan aksi hambur-hambur uang di depan publik, ini sangat tidak etis. Lebih parah lagi, Ketua Satgas MBG Pamekasan justru terkesan tidak peduli,” tegasnya.

Syafiq menilai pernyataan Sukriyanto menunjukkan lemahnya kontrol terhadap pihak-pihak yang berada di bawah pengawasan Satgas. Padahal, menurutnya, figur yang terlibat dalam pengelolaan dapur program publik seharusnya menjaga sikap karena membawa nama program.

“Ini sudah menjadi sorotan nasional, tapi Ketua Satgas seolah cuci tangan dengan dalih urusan pribadi. Ini bentuk ketidakseriusan dalam menjaga marwah program,” ujarnya.

Ia menegaskan, ketidakpekaan terhadap dampak citra publik justru dapat memunculkan persepsi negatif terhadap pengelolaan dapur-dapur SPPG di Pamekasan.

“Kalau sikapnya seperti ini, wajar publik mempertanyakan kapasitas Ketua Satgas MBG Pamekasan. Bagaimana bisa mengatur dapur-dapur SPPG jika persoalan yang sudah viral saja dianggap sepele,” kata Syafiq.

GPP bahkan secara tegas meminta dilakukan evaluasi terhadap posisi Ketua Satgas MBG Pamekasan. Menurut Syafiq, kepemimpinan yang dinilai tidak responsif berpotensi merusak kepercayaan masyarakat terhadap program.

“Ketua Satgas MBG Pamekasan harus dicopot jika tidak mampu menjaga integritas program. Jangan sampai publik menilai pengawasan hanya formalitas tanpa ketegasan,” tandasnya.

Viralnya aksi sawer tersebut terus menjadi perbincangan masyarakat. Banyak pihak menilai, figur yang terlibat dalam pengelolaan program publik seharusnya mampu menjaga etika, bukan justru mempertontonkan gaya hidup yang memicu polemik di tengah masyarakat.

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store