DPRD Bone Bolango Desak Kepastian Lahan untuk Pembangunan Sekolah Terintegrasi

Jurnalis: TIM Gorontalo
Kabar baru, Gorontalo– Kepastian status dan ketersediaan lahan menjadi salah satu pekerjaan penting dalam mendukung pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo.
Wakil Ketua DPRD Bone Bolango, Zainudin Pedro Bau, menegaskan pemerintah daerah perlu mengambil peran aktif agar program pendidikan yang digagas pemerintah pusat tersebut dapat berjalan sesuai rencana.
Pernyataan itu disampaikannya dalam kegiatan reses anggota DPRD daerah pemilihan Kabila, Tilongkabila, dan Botupingge yang dipusatkan di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Gorontalo, Sabtu (10/10/2026) malam.
Menurut Pedro Bau, dukungan pemerintah daerah diperlukan terutama dalam penyediaan lahan yang memadai serta penyelesaian aspek legalitas tanah untuk pembangunan fasilitas pendidikan.
“Pemerintah daerah sebagai penerima manfaat berkewajiban menyukseskan program ini, baik melalui penyediaan lahan strategis maupun percepatan kepastian hukum pertanahan untuk mendukung infrastruktur pendidikan terpadu,” ujarnya.
Kabupaten Bone Bolango sendiri menjadi salah satu lokasi pengembangan Sekolah Nasional Terintegrasi. Program tersebut diharapkan dapat memperluas akses pendidikan berkualitas sekaligus memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk mengembangkan kemampuan mereka melalui fasilitas pembelajaran yang memadai.
Saat ini, pemerintah pusat bersama pemerintah daerah tengah mempersiapkan sejumlah kebutuhan pembangunan. Tahapan tersebut meliputi penyiapan lahan, penuntasan status hukum pertanahan, pengurusan perizinan, hingga persiapan konstruksi yang direncanakan menggunakan skema pembiayaan tahun jamak atau multiyears.
Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Gorontalo, Rudi Syaifullah, menjelaskan bahwa SNT 6 Bone Bolango dirancang menjadi pusat pengembangan pendidikan sekaligus mendorong pemerataan kualitas pembelajaran di daerah.
Ia menyebutkan, sekolah tersebut akan mengutamakan peserta didik asal Bone Bolango dengan dukungan sarana pendidikan berstandar tinggi, termasuk ruang belajar terpadu dan gelanggang olahraga (GOR).
Dari sisi kesiapan lokasi, BPMP Provinsi Gorontalo telah menyediakan lahan seluas tiga hektare yang dapat digunakan untuk pembangunan awal. Namun, kebutuhan pengembangan kompleks sekolah secara keseluruhan diperkirakan mencapai 10 hingga 15 hektare.
“BPMP sudah mengalokasikan 3 hektare siap bangun. Kami sangat mengharapkan kontribusi Pemkab Bone Bolango untuk pemenuhan sisa kebutuhan lahan tersebut. Adapun pembiayaan konstruksi seluruhnya telah dialokasikan oleh pemerintah pusat,” jelas Rudi.
Pada penerimaan perdana tahun 2026, SNT 6 Bone Bolango membuka jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Masing-masing jenjang menerima 40 peserta didik sehingga total siswa pada angkatan pertama berjumlah 80 orang.
Setiap jenjang dibagi menjadi dua kelas dengan jumlah 20 siswa per kelas. Pengaturan tersebut dimaksudkan agar proses pembelajaran lebih terarah dan guru dapat mengenali potensi setiap peserta didik secara lebih mendalam.
Dalam kegiatan reses tersebut, sejumlah anggota DPRD Bone Bolango lainnya juga hadir, yakni Azan Piola dari PPP, Amin Nusi dari NasDem, Romi Muhamad dari PKS, Moh Fadli Hulukati dari Gerindra, serta Yakub Tangahu dari Partai Demokrat.
Dukungan lintas pihak diharapkan dapat mempercepat kesiapan pembangunan sekolah tersebut, terutama dalam menyelesaikan kebutuhan lahan yang masih harus dipenuhi. Dengan demikian, program pendidikan terpadu ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Bone Bolango dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.***
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Poros Merdeka
Portal Tujuh
WahGenz
Kita Notice
Dinamika Post
Radar Baru
Seedbacklink
