Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Dorong Mahasiswa Tembus Jurnal Ilmiah, Prodi PPI UIN Raden Intan Lampung Gelar Coaching Clinic

kabarbaru.co
Pemateri Aris Munandar memberikan arahan penulisan jurnal akademik kepada mahasiswa Prodi Pemikiran Politik Islam UIN Raden Intan Lampung dalam kegiatan Coaching Clinic Artikel. (Foto: Ist).

Jurnalis:

Kabar Baru, Bandar Lampung – Program Studi Pemikiran Politik Islam (PPI) UIN Raden Intan Lampung mengambil langkah strategis untuk menggenjot publikasi ilmiah di kalangan mahasiswa. Melalui program Coaching ClinicArtikel, mahasiswa didorong agar tidak hanya menjadi peserta pasif di ruang kelas, tetapi mulai memproduksi tulisan akademik yang layak terbit di jurnal ilmiah.

Inisiatif yang digagas oleh Sekretaris Prodi PPI, Gesit Yudha, ini bertujuan merombak kebiasaan akademik mahasiswa menjadi lebih berorientasi pada riset. Menurutnya, kemampuan memahami teori politik harus dibarengi dengan keahlian menuangkan gagasan ke dalam format tulisan yang berstandar publikasi.

“Kegiatan ini kami inisiasi agar mahasiswa mampu menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas. Kami ingin membangun budaya menulis dan publikasi yang kuat di lingkungan Prodi PPI, sehingga mahasiswa memiliki keberanian untuk menguji gagasannya di ruang publik akademik,” ujar Gesit.

Langkah ini mendapat dukungan penuh dari pihak fakultas. Saat membuka acara, Wakil Dekan I Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama, Abdul Malik Ghozali, menegaskan bahwa keterampilan menulis adalah salah satu tolok ukur kapasitas intelektual di perguruan tinggi.

“Menulis artikel ilmiah adalah medium untuk melatih nalar kritis dan mengembangkan tradisi riset. Kami berharap melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat menghasilkan tulisan yang benar-benar memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan,” tegas Abdul Malik.

Gandeng Alumni Bedah Dapur Jurnal

Untuk memberikan wawasan taktis dan praktis, coaching clinic ini menghadirkan dua alumni Prodi PPI yang telah berpengalaman di bidang akademik, yakni Aris Munandar dan Fadhilah Faiqoh. Kehadiran keduanya diharapkan mampu memberikan perspektif yang lebih membumi terkait strategi menembus jurnal ilmiah.

Aris Munandar mengingatkan peserta bahwa publikasi ilmiah bukan semata-mata soal menggugurkan kewajiban akademik, melainkan ruang untuk berpartisipasi dalam diskursus keilmuan.

“Mahasiswa perlu membangun kebiasaan membaca, peka terhadap persoalan sekitar, dan mampu menyusun argumentasi yang ditopang sumber otoritatif. Pendampingan ini dirancang untuk membantu mahasiswa mengubah ide mentah menjadi artikel yang layak terbit,” jelas Aris.

Sementara itu, Fadhilah Faiqoh menyoroti kendala teknis yang paling sering membuat naskah mahasiswa ditolak oleh pengelola jurnal: minimnya unsur kebaruan (novelty) dan ketidaksesuaian naskah dengan fokus kajian jurnal.

“Tantangan terbesarnya adalah mengembangkan gagasan menjadi tulisan yang sistematis. Mahasiswa harus paham tahapan krusialnya, mulai dari memetakan topik, menyusun kerangka, meramu referensi, hingga patuh pada gaya selingkung pedoman jurnal tujuan,” papar Fadhilah.

Bagi mahasiswa pemikiran politik Islam, isu-isu seperti demokrasi, dinamika partai politik, hingga relasi agama dan negara merupakan lumbung riset yang sangat kaya. Ke depan, program pendampingan berkelanjutan ini ditargetkan mampu menciptakan ekosistem akademik yang produktif, di mana gagasan kritis mahasiswa tidak lagi berakhir sebagai tumpukan tugas kuliah, melainkan menjadi karya yang memperkaya literatur politik Islam di Indonesia.

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store