Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Dari Sampah Menjadi Pupuk, KKN Tematik UNG Ajak Warga Desa Alale Olah Limbah Organik Menjadi POC  

20261014_231054
Mahasiswa KKN Tematik 2 UNG mendampingi masyarakat Desa Alale dalam praktik pemanfaatan sampah organik menjadi pupuk organik cair..

Jurnalis:

Kabar baru, Gorontalo–  Sampah organik rumah tangga tidak harus selalu berakhir di tempat pembuangan. Melalui pengelolaan yang tepat, sisa bahan organik dapat dimanfaatkan kembali menjadi produk yang berguna bagi tanaman. Gagasan tersebut dikembangkan mahasiswa KKN Tematik Universitas Negeri Gorontalo bersama masyarakat Desa Alale melalui kegiatan pemanfaatan sampah organik menjadi pupuk organik cair (POC).

Pengolahan sampah organik menjadi POC diarahkan tidak hanya untuk mendukung kebersihan lingkungan, tetapi juga sebagai bagian dari pengembangan pekarangan pangan keluarga. POC yang dihasilkan dapat dimanfaatkan dalam pemeliharaan tanaman sesuai praktik budidaya yang diterapkan masyarakat.

Kegiatan tersebut mempunyai keterkaitan dengan fokus KKN Tematik 2 UNG dalam penguatan ketahanan pangan lokal. Dalam proposal, pekarangan keluarga dikembangkan sebagai salah satu sumber sayuran, buah, bumbu, dan pangan lainnya untuk meningkatkan keragaman pangan rumah tangga.

Melalui edukasi dan praktik, mahasiswa KKN mengajak masyarakat mengenali sampah organik yang dapat diolah, melakukan pemilahan, memahami tahapan pembuatan POC, serta memanfaatkan hasilnya secara tepat.

Ketua Tim Pelaksana KKN Tematik 2 UNG, Prof. Dr. Frida Maryati Yusuf, M.Pd., menjelaskan bahwa pemanfaatan sumber daya lokal menjadi bagian penting dalam pemberdayaan masyarakat. Pengolahan sampah organik menjadi pupuk organik cair dikembangkan untuk mendukung lingkungan bersih sekaligus pemanfaatan pekarangan dan ketahanan pangan keluarga.

Kegiatan ini juga memperkenalkan pola sederhana ekonomi sirkular di tingkat rumah tangga. Bahan organik yang sebelumnya dianggap sebagai sampah dapat diolah menjadi pupuk, yangdigunakan untuk mendukung pertumbuhan tanaman, dan hasil tanaman selanjutnya dapat dimanfaatkan untuk memenuhi sebagian kebutuhan pangan keluarga.

Dengan pola tersebut, persoalan lingkungan dan ketahanan pangan tidak ditempatkan sebagai dua isu yang berdiri sendiri. Keduanya dapat dihubungkan melalui kebiasaan rumah tangga yang lebih ramah lingkungan dan produktif.

Pengembangan pekarangan produktif dalam program KKN Tematik 2 mencakup tahapan pemilihan komoditas, pembibitan, penyiapan media, penanaman, pemeliharaan, pengendalian gangguan tanaman secara sederhana, dan pencatatan.

Kepala Desa Alale Olpa Sidiki, M.Pd.  menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan tambahan pengetahuan kepada masyarakat mengenai cara memanfaatkan limbah rumah tangga.

Selain manfaat langsung, praktik pengelolaan sampah organik memiliki nilai pendidikan bagi keluarga. Anak-anak dan remaja dapat dilibatkan untuk belajar memilah sampah, memahami proses pemanfaatan kembali bahan organik, dan mengenal hubungan antara kebersihan lingkungan dengan keberlanjutan sumber pangan.

Mahasiswa dalam pelaksanaan KKN Tematik 2 berperan sebagai fasilitator dan pendamping, sedangkan masyarakat dan pemerintah desa menjadi unsur penting dalam menjaga keberlanjutan kegiatan. Pendekatan partisipatif tersebut sesuai dengan rancangan program yang menempatkan pemerintah desa dan kelompok masyarakat dalam pengambilan keputusan, pelaksanaan kegiatan, pengelolaan sarana, dan keberlanjutan program.

Melalui pengolahan sampah organik menjadi POC, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa menjaga lingkungan dapat dilakukan bersamaan dengan membangun kegiatan produktif. Dari dapur dan pekarangan rumah, siklus sederhana dapat dibangun: sampah organik dipilah, diolah menjadi pupuk, dimanfaatkan untuk tanaman, dan tanaman menghasilkan pangan untuk keluarga. Langkah sederhana tersebut menjadi bagian dari semangat KKN Tematik 2 UNG untuk mendorong Desa Alale menjadi lingkungan yang lebih bersih, produktif, sehat, dan semakin mandiri dalam memanfaatkan potensi pangan lokal.

Mahasiswa KKN Tematik UNG mendampingi masyarakat Desa Alale dalam praktik pemanfaatan sampah organik menjadi pupuk organik cair.

Produk Pupuk Organik Cair (POC) untuk mendukung pemeliharaan tanaman pekarangan.***

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store