Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Anas Urbaningrum Ingatkan Purbaya: Kritik Pedas Itu Masukan Berharga

Desain tanpa judul - 2026-03-28T023031.480
Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), Anas Urbaningrum (Dok: Istimewa).

Jurnalis:

Kabar Baru, Jakarta – Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), Anas Urbaningrum, memberikan respons menohok terhadap pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang sebelumnya menyentil para ekonom kritis.

Anas mengingatkan agar pemerintah tetap membuka diri terhadap masukan, sekalipun kritik tersebut terasa pedas di telinga.

Anas menilai bahwa tindakan Menkeu Purbaya yang mendebat para ekonom adalah hal yang sah dalam ruang demokrasi.

Namun, ia menekankan bahwa para ekonom juga memiliki hak dan kewajiban untuk terus mengingatkan pemerintah mengenai kondisi ekonomi global yang kian penuh rintangan dan ketidakpastian.

Fokus Kelola Keuangan Negara

Mantan Ketua Umum PB HMI ini mendesak Menkeu Purbaya untuk tetap fokus menjalankan tugas utamanya dalam mengelola keuangan negara.

Anas berpendapat bahwa kepercayaan diri dan optimisme yang terukur merupakan kunci utama untuk melewati tekanan ekonomi yang saat ini melanda dunia.

“Tugas wajib Pak Purbaya adalah fokus menjalankan amanah dengan baik. Beliau harus berani menerima masukan pikiran dan gagasan yang bermanfaat, meskipun kadangkala pahit di lidah dan berdengung di telinga,” ujar Anas melalui unggahan di platform X yang dikutip Jurnalis Kabarbaru di Jakarta, Sabtu (28/03/2026).

Ia menambahkan bahwa kesuksesan pemerintah dalam menunaikan tugas adalah harapan seluruh rakyat Indonesia.

Purbaya Sebut Ekonom Asal Bunyi

Ketegangan ini bermula saat Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa meluapkan kekesalannya terhadap sejumlah ekonom yang memprediksi ekonomi Indonesia akan hancur dalam dua bulan ke depan akibat resesi.

Purbaya menilai asumsi para ekonom tersebut tidak masuk akal karena hanya bersandar pada lonjakan harga minyak dunia akibat konflik di Timur Tengah.

“Kalau harga minyak tembus 200 dolar per barel, seluruh dunia memang akan resesi. Jadi, asumsi itu tidak masuk akal dan bukan cara berpikir ekonom yang betul,” cetus Purbaya dalam sesi wawancara di Jakarta, Rabu (25/3/2026).

Ia bahkan menyarankan para pengkritik untuk kembali belajar mengenai estimasi risiko dan data historis sebelum melempar argumen ke publik.

Klaim Ketahanan Ekonomi Nasional

Purbaya menegaskan bahwa Pemerintah Indonesia telah menyiapkan berbagai kebijakan strategis untuk merespons tekanan global.

Ia membandingkan situasi di dalam negeri dengan Amerika Serikat yang kini mulai kewalahan menghadapi kenaikan harga BBM hingga 100%.

Menurutnya, fondasi ekonomi Indonesia masih cukup kuat untuk menjaga stabilitas domestik.

“Jangan asal bunyi (asbun). Kalau tidak mengerti, sekolah lagi. Kita di sini masih bisa menjaga situasi, sementara di sana (Amerika Serikat) rakyatnya mulai marah karena tekanan ekonomi,” tambah Purbaya.

Meskipun demikian, publik tetap menantikan langkah nyata Kementerian Keuangan dalam menjaga daya beli masyarakat di tengah isu kenaikan harga energi global.

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store