Aktivitas Jetty Batu Bara Ilegal di Sungai Mahakam Diduga Dibiarkan, Aktivis Kecam KSOP Samarinda

Jurnalis: Aldy Rohmatulloh
Kabar Baru, Samarinda – Dugaan praktik ilegal dalam aktivitas bongkar muat batu bara di dermaga khusus (jetty) sepanjang alur Sungai Mahakam kembali menuai sorotan. Kali ini, kritik keras datang dari kalangan aktivis.
Indikasi tersebut mencuat setelah sejumlah aktivis melakukan pemantauan langsung di lapangan, yang menyoroti aktivitas pemuatan batu bara di sejumlah jetty dengan legalitas yang dipertanyakan, termasuk di kawasan Bukuan, Palaran.
Aktivis Perhimpunan Pemuda Kalimantan, Suryadi, mengungkapkan adanya dugaan pelanggaran dalam aktivitas bongkar muat di perairan Sungai Mahakam.
Menurutnya, dari hasil pemantauan tersebut, aktivitas loading batu bara terpantau berlangsung di beberapa titik dermaga khusus dalam waktu yang hampir bersamaan.
“Kami menemukan indikasi aktivitas loading batu bara di sejumlah jetty yang legalitasnya masih dipertanyakan. Bahkan terlihat tongkang mengantre untuk melakukan pemuatan di salah satu lokasi,” ujarnya.
Beberapa lokasi yang disebut dalam temuan itu antara lain Jetty Pendingin, Jetty Sari Jaya, Jetty Barito, dan Jetty Sari.
Ia menilai pola aktivitas yang terjadi mengarah pada dugaan praktik terorganisir, terlebih karena kegiatan tersebut berlangsung berdekatan dengan jetty yang telah mengantongi izin resmi.
“Kami menduga ada pola sistematis. Aktivitas dilakukan serentak dan lokasinya berdekatan dengan jetty resmi. Perlu ditelusuri apakah ada penggunaan dokumen yang tidak sesuai dengan titik asal muat,” katanya.
Lebih jauh, Suryadi juga melontarkan dugaan serius terkait adanya keterlibatan pihak otoritas pelabuhan. Ia menduga ada praktik kongkalikong antara oknum di KSOP Samarinda dengan pengusaha batu bara ilegal.
“Kami menduga tidak mungkin aktivitas sebesar ini berjalan tanpa ada pembiaran. Bahkan patut diduga ada kongkalikong antara oknum dengan pengusaha batu bara ilegal,” tegasnya.
Para aktivis pun mendesak aparat penegak hukum serta instansi terkait untuk segera melakukan penelusuran mendalam dan mengambil langkah tegas apabila ditemukan adanya pelanggaran terhadap regulasi di sektor pelayaran maupun pertambangan.
Selain itu, aktivitas jetty di sepanjang Sungai Mahakam dinilai perlu mendapatkan pengawasan lebih ketat guna memastikan seluruh kegiatan berjalan sesuai perizinan dan standar keselamatan operasional.
“Kami berharap ada tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang terbukti melanggar aturan,” pungkasnya.
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
AYO Nusantara
Seedbacklink

