Liburan Diam-Diam Saat Jam Kerja, Puluhan Kepala Sekolah SD di Sidoarjo Disorot

Jurnalis: Masudi
Kabarbaru, Sidoarjo- Dugaan pelanggaran disiplin aparatur pendidikan di Kecamatan Sidoarjo menguat setelah puluhan kepala sekolah tingkat Sekolah Dasar (SD) terpantau meninggalkan tugas dinas secara serentak untuk mengikuti perjalanan wisata ke luar daerah.
Berdasarkan investigasi wartawan, rombongan kepala sekolah tersebut berangkat pada waktu subuh menggunakan satu unit bus pariwisata berwarna hijau bernomor polisi L 7617 UB, milik biro perjalanan MJa Tour. Keberangkatan terpantau sekitar pukul 04.30 WIB, mengindikasikan adanya upaya menghindari perhatian publik dan pengawasan internal.
Penelusuran lebih lanjut menunjukkan bahwa perjalanan tersebut bukan kegiatan kedinasan, studi banding, maupun agenda peningkatan kapasitas. Data perjalanan yang dihimpun mengarah pada kegiatan wisata murni dengan tujuan Pulau Lombok, yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, sejak Jumat (6/2) hingga Minggu (8/2).
Fakta di lapangan juga mengungkap bahwa rencana perjalanan ini diduga telah disusun jauh hari. Hal itu diperkuat dengan adanya pemesanan bus pariwisata, pengaturan jadwal keberangkatan kolektif, serta informasi internal terkait akomodasi selama di lokasi wisata.
Sumber yang enggan disebutkan namanya menyebutkan, untuk meloloskan keberangkatan secara bersamaan, para kepala sekolah tersebut mengajukan izin cuti dengan alasan kepentingan keluarga. Namun, alasan tersebut diduga hanya bersifat administratif dan digunakan secara kolektif, sehingga patut dicurigai sebagai cuti fiktif untuk menutupi absennya mereka dari kewajiban dinas.
Kepergian puluhan kepala sekolah dalam waktu yang sama menimbulkan pertanyaan serius terkait keberlangsungan pelayanan pendidikan, terutama aktivitas manajerial dan pengawasan sekolah selama hari kerja.
Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo, Tirto Adi, mengaku belum mengetahui adanya perjalanan tersebut. Ia menyatakan akan melakukan penelusuran lebih lanjut sebelum mengambil sikap.
“Saya belum cek kegiatan mereka. Maaf, belum bisa memberikan statement lebih lanjut,” ujarnya.
Dugaan pelanggaran disiplin ASN dan potensi penyalahgunaan izin kini menjadi sorotan, seiring desakan agar Dinas Pendidikan dan Inspektorat Daerah segera turun tangan melakukan pemeriksaan.
Insight NTB
Daily Nusantara
Suara Time
Kabar Tren
Portal Demokrasi
IDN Vox
Lens IDN
Seedbacklink

