Sempat Jadi Cibiran, Gerindra Sumenep Akhirnya Miliki Kantor Resmi

Jurnalis: Rifan Anshory
Kabar Baru, Sumenep – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kabupaten Sumenep kini resmi menempati kantor baru sebagai bagian dari upaya meningkatkan kinerja organisasi dan pelayanan kepada masyarakat.
Kantor baru partai berlambang kepala burung Garuda tersebut berlokasi di kawasan strategis, tepatnya di seberang Jalan Terminal Arya Wiraraja, Sumenep.
LO DPC Gerindra Sumenep, Salehodin, menjelaskan bahwa kepastian penggunaan kantor tersebut telah diperoleh sejak pertengahan Desember 2025.
Namun, operasional penuh baru dimulai pada pertengahan Januari 2026 setelah proses perbaikan bangunan selesai dilakukan.
“Kami sudah mendapatkan kantor ini sejak pertengahan Desember. Namun, karena masih ada rehabilitasi dari pemilik gedung, operasional penuh baru dimulai pertengahan Januari,” ujar Salehodin, Rabu (28/1).
Sebelumnya, kantor DPC Gerindra Sumenep berlokasi di kawasan Perumahan Bumi Sumekar. Perpindahan dilakukan seiring berakhirnya masa sewa di lokasi lama.
Menurut Salehodin, kantor baru ini diproyeksikan menjadi pusat aktivitas partai yang lebih terbuka dan inklusif.
Setidaknya, katanya, terdapat dua fungsi utama yang ingin diwujudkan melalui keberadaan kantor definitif tersebut.
Pertama, sebagai pusat aspirasi masyarakat, yakni ruang bagi publik untuk menyampaikan masukan, keluhan, maupun aspirasi secara langsung.
Kedua, sebagai rumah kader, yang menjadi titik temu dan koordinasi bagi seluruh kader Gerindra di Kabupaten Sumenep.
“Kami berharap kantor ini menjadi rumah aspirasi bagi masyarakat dan rumah bagi para kader. Dengan soliditas organisasi yang semakin kuat, kami optimistis perolehan kursi Gerindra di Sumenep ke depan akan meningkat signifikan,” pungkasnya.
Sebelumnya, ketiadaan kantor DPC Gerindra Sumenep menjadi sorotan dalam aksi Aliansi Mahasiswa Sumenep (AMS), Selasa (13/1).
Dalam demonstrasi penolakan wacana Pilkada melalui DPRD, massa AMS menggelar unjuk rasa di Kantor Fraksi Gerindra DPRD Sumenep lantaran kantor DPC Gerindra tidak jelas.
Koordinator aksi AMS, Tijanuzaman, menilai kondisi tersebut mencerminkan minimnya keseriusan Gerindra dalam membersamai aspirasi publik.
“Aksi kita ke kantor DPC Gerindra, tapi dialihkan ke kantor dewan. Ini membuktikan bahwa Gerindra tidak serius membersamai rakyat. Ini peringatan buat Gerindra, apalagi ini partainya presiden,” ujar Tijanuzaman.
Kekecewaan serupa disampaikan Abd. Halim. Ia menilai ketiadaan kantor DPC tidak sejalan dengan posisi Gerindra sebagai partai penguasa di tingkat pusat.
“Gimana ini, padahal partai penguasa di pusat, tapi tidak punya kantor. Memalukan,” katanya.
Persoalan tersebut juga sempat mendapat perhatian pengamat politik Wilda Rasaili. Menurutnya, keberadaan kantor merupakan kebutuhan mendasar bagi sebuah organisasi politik, meski berada di era digital.
“Keberadaan kantor itu keniscayaan bagi sebuah lembaga, walaupun sekarang era digital. Apalagi partai politik sebagai organisasi publik yang keberadaannya perlu diperjelas untuk memudahkan akses antara partai dan konstituen,” ujar Wilda, Jumat (16/1)
Insight NTB
Daily Nusantara
Suara Time
Kabar Tren
Portal Demokrasi
IDN Vox
Lens IDN
Seedbacklink

