Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Menggali Kesadaran Ekologi dari Kitab Kuning: Saat Pesantren Rumuskan Kurikulum Berbasis Cinta

kabarbaru.co

Jurnalis:

Kabar Baru, Malang — Isu pelestarian lingkungan kerap dipandang sebagai wacana modern yang berakar dari luar tradisi pesantren. Padahal, embrio kesadaran ekologi dan cinta alam sejatinya telah berurat akar dalam lembaran kitab kuning yang dikaji para santri setiap hari.

Kesadaran inilah yang didorong oleh Direktorat Jenderal Pesantren Kementerian Agama (Kemenag) RI melalui Seminar dan Lokakarya “Kurikulum Berbasis Cinta” yang digelar di Pondok Pesantren An-Nur II Buluwalang, Malang, Sabtu (3/10/2026). Kegiatan yang menjadi rangkaian Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) VI ini secara khusus membedah bagaimana kitab kuning dapat menjadi instrumen utama dalam menjaga alam.

Direktur Bina Dakwah Pesantren dan Pendidikan Nonformal Kemenag, Mahrus, menegaskan bahwa pesantren sejatinya memiliki kemandirian literasi untuk merespons isu-isu lingkungan.

“Kita tidak perlu jauh-jauh mencari rujukan dari luar tradisi pesantren. Kitab-kitab yang dikaji santri setiap hari sudah mengajarkan cara memperlakukan air, tanah, dan sesama makhluk. Tugas kita sekarang adalah memastikan nilai itu terus diajarkan dan diamalkan dari satu angkatan ke angkatan berikutnya,” ujar Mahrus di hadapan para peserta dari unsur Pramuka Santri.

Mahrus menggarisbawahi bahwa penerapan kurikulum berbasis cinta dan ekoteologi ini menuntut komitmen jangka panjang. Ia mengingatkan agar gagasan ini tidak berhenti sekadar menjadi wacana akademis. “Ia tidak cukup selesai di ruang seminar, tetapi harus hidup dalam pengajian sehari-hari, dalam kebiasaan santri, dan dalam tata kelola pondok,” tegasnya.

Menyambung Sanad Keilmuan dan Akhlak

Sementara itu, Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Malang, Prof. M. Faisol Fatawi, yang hadir sebagai narasumber, membawakan materi bertajuk Merawat Cinta dalam Setiap Halaman Kitab Kuning. Faisol memperkenalkan konsep “Panca Cinta” sebagai fondasi kurikulum pesantren: cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, cinta ilmu, cinta diri dan sesama, cinta lingkungan, serta cinta tanah air.

Menurut Faisol, Panca Cinta bukanlah mata pelajaran baru, melainkan ruh yang harus meresapi seluruh kajian kitab. Ia menyoroti fenomena intoleransi, perundungan, hingga perusakan lingkungan sebagai indikator krisis adab yang tidak bisa diselesaikan sekadar dengan menambah jam pelajaran di kelas.

“Pesantren memiliki modal besar untuk menjawab krisis ini. Kita hanya perlu menyambungkan kembali sanad keilmuan dengan sanad akhlak. Ilmu yang berhenti di kepala belum tentu sampai ke perilaku,” urai Faisol.

Fikih Thaharah sebagai Pintu Masuk Ekologi

Lebih jauh, Faisol menempatkan pelestarian alam sejajar dengan hifzh al-bi’ah (menjaga lingkungan), sebuah pengembangan maqashid syariah (tujuan disyariatkannya hukum Islam) oleh para ulama kontemporer. Menariknya, pintu masuk edukasi lingkungan ini justru bisa dimulai dari kajian fikih paling dasar yang dipelajari santri baru, yakni bab thaharah (bersuci).

“Manusia adalah khalifah di bumi. Kajian bab thaharah dalam kitab Fathul Qarib, misalnya, bisa menjadi pintu masuk kesadaran ekologi melalui larangan israf atau berlebihan dalam menggunakan air,” jelasnya. Kesadaran ini dapat diwujudkan dalam perilaku harian santri, seperti menghemat air wudu dan menjaga kebersihan lingkungan pondok.

Sebagai metode penerapan di lapangan, Faisol menawarkan siklus refleksi tiga pertanyaan di setiap akhir kajian kitab: (1) Apa maqashid (tujuan syariat) yang dijaga oleh hukum dalam bab ini? (2) Cinta apa yang harus tumbuh agar santri menaatinya dengan ikhlas? dan (3) Apa satu aksi nyata yang bisa dilakukan santri pekan ini?

“Ilmu tanpa cinta melahirkan kesombongan, cinta tanpa ilmu melahirkan kebutaan. Di titik inilah pesantren hadir memadukan keduanya,” tutup Faisol.

Melalui semiloka ini, Kemenag berharap para Pramuka Santri dapat menjadi agen perubahan yang mengintegrasikan kurikulum berbasis cinta dengan kajian kitab kuning, sekaligus menjadikannya sebagai pijakan aksi nyata pelestarian lingkungan yang berkelanjutan di pesantren masing-masing.

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store