Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Suarakan Aspirasi Pelajar, Ditlitka PPI Dunia Terbitkan Dua Buku Sekaligus

Jurnalis:

Kabar Baru, Jakarta – Minat generasi muda Indonesia untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri semakin besar. UNESCO Institute for Statistics mencatat bahwa saat ini jumlah pelajar Indonesia yang berdiaspora untuk melanjutkan studi telah mencapai angka 55.961 dan diprediksi akan terus meningkat.

Tentu ini menjadi potensi besar dalam menuju Indonesia Emas 2045. Merespon hal tersebut, Direktorat Penelitian dan Kajian Perhimpunan Pelajar Indonesia Dunia atau Ditlitka PPI Dunia, menerbitkan dua buku sekaligus yang memuat aspirasi dan hasil pemikiran para pelajar diaspora.

“Dua buku ini sebenarnya dinisiasi oleh kepengurusan PPI Dunia periode 2022/2023, namun berhasil diselesaikan dan diterbitkan oleh kepengurusan PPI Dunia periode 2023/2024 atau Kabinet Pelajar Indonesia Berjaya,” tutur Direktur Ditlitka PPI Dunia, Rayhan Maulana Ryzan, Senim (25/03/2024).

Rayhan yang sedang menempuh magister di Rikkyo University Jepang tersebut mengungkap bahwa dua buku tersebut memiliki fokus yang berbeda. Buku pertama berfokus pada upaya meningkatkan mutu pendidikan Indonesia, sedangkan buku kedua menyoroti perlindungan pelajar Indonesia di luar negeri.

Buku pertama berjudul “Eskalasi Mutu Pendidikan Indonesia: Peran Negara, Kontribusi Diaspora, dan Tantangan Bonus Demografi.”

Gestun Jogja

“Theresia Octastefani, editor buku ini, kepada redaksi menyatakan buku ini terinspirasi dari pandangan bahwa tiada peradaban yang maju tanpa adanya pendidikan yang bermutu,” ungkapnya.

Perempuan yang akrab disapa Tere tersebut menambahkan bahwa dalam buku ini disebutkan pendidikan di Indonesia kerap menjadi topik diskursus yang menarik, apakah di usia negara yang menjelang 79 tahun ini pendidikan di Indonesia telah jauh melaju dengan akselerasi tinggi ataukah justru mengalami stagnansi.

Tak hanya terlibat pada buku pertama, Dosen Universitas Gadjah Mada yang sedang menempuh studi doktoral di National Dong Hwa University Taiwan tersebut juga terlibat pada editorial buku kedua dengan judul “Negara dan Perlindungan Pelajar Diaspora: Jalan Panjang Sebuah Rancangan Undang-Undang.”

Bedanya, pada pengerjaan buku kedua ini ia dibantu oleh dua editor lainnya yakni Bayu Mitra A. Kusuma (National Dong Hwa University, Taiwan) dan Dwi Harya Yudistira (Iwate University, Jepang).

Buku kedua ini merupakan bagian dari upaya PPI Dunia mendorong pengesahan RUU perlindungan pelajar Indonesia di luar negeri.

Dalam buku kedua ini dipaparkan bahwa untuk mendapatkan hasil maksimal dalam studi, para pelajar diaspora membutuhkan ekosistem belajar yang aman dan kondusif.

Namun sayangnya hal tersebut tak selalu mereka dapatkan. Berbagai halangan muncul mulai dari beasiswa terlambat hingga situasi perang.

Realitanya, Indonesia hingga saat ini belum memiliki regulasi atau instrumen hukum yang secara khusus mengatur perihal perlindungan pelajar di luar negeri.

Tentu ini kondisi yang tak ideal, mengingat semakin kompleksnya permasalahan yang menimpa pelajar diaspora Indonesia akhir-akhir ini.

“Untuk terus menyuarakan pemikiran pelajar diaspora Indonesia, Ditlitka PPI Dunia tidak akan berhenti pada dua buku ini saja. Diharapkan buku-buku berikutnya akan segera terbit dan bermanfaat dalam menuju Indonesia Emas 2045,” pungkas Rayhan.

Kabarbaru Network

https://beritabaru.co/

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store