Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Srikandi Energi Indonesia: Debat Ketiga Cawapres Tidak Serius Bahas Transisi Energi 

Jurnalis:

Kabar Baru, Jakarta – Debat ke-empat calon wakil presiden yang dilaksakan di Jakarta Convention Center. Debat ini akan diikuti oleh 3 calon wakil presiden, yakni Muhaimin Iskandar, Gibran Rakabuming Raka, dan Mahfud Md.

Jasa Penerbitan Buku

Ketiganya beradu gagasan mengenai Pembangunan Berkelanjutan, Sumber Daya Alam, Lingkungan Hidup, Energi, Pangan, Agraria, Masyarakat Adat dan Desa.

Pada debat cawapres nomor urut 1 yakni Muhaimin Iskandar menyampaikan “Inti dari pembangunan dan berkelanjutan adalah tidak ada satu pun yang ditinggalkan dari petani, peternak nelayan masyarakat dan seluruh kelompok rentan lainnya”.

Cawapres nomor urut 2 yakni Gibran Rakabumingraka menyampaikan “Dengan hilirisasi kita akan membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya. Tentunya dalam pelaksanaannya dipikirkan aspek lingkungan, keberlanjutan dan sosialnya”.

yang terakhir cawaper nomor urut 3 yakni Prof Mahfud MD menyampaikan “Kalau pedang hukum tidak tumpul, kita pasti kita bisa tabrak habis-habisan. Program pembangunan akan berjalan dengan baik”.

Namun debat kali ini belum menyentuh persoalan transisi energi dan nasib Rancangan Undang-undang Energi Baru dan Terbarukan (RUU EBET) yang sampai saat ini belum juga di sahkan.

Padahal ketiga cawapres memiliki visi misi terkait dengan energi baru terbarukan. Transisi energi melekat dengan problematikan perubahan iklin yang dimana indonesia telah bekomitmen dan meratifikasi paris agrement tentang perubahan iklim.

Dalam komitmennya indonesia di 2060 bebas emisi karbon. kita ketahui bersama bahwa emisi karbon disebabkan oleh penggunaan bahan bakar fosil seperti batu bara dan minyak bumi.

Ketergantungan indonesia terhadap energi fosil tersebut menyebabkan kerusakan lingkungan dan pencemaran udara.

Annisa Nuril Deanty selaku Direktur eksekutif Srikandi Energi Indonesia berpendapat dalam debat ke-empat ini tidak ada yang menjawab persoalan perubahan iklim dan transisi energi , padahal ini menjadi ancaman tidak hanya di indonesia saja namun juga secara global.

Perubahan iklim bisa diatasi dengan transisi energi yakni proses merubah pengunaan energi fosil dan tidak ramah lingkungan menjadi energi bersih dan ramah lingkungan.

“Kita masih kecanduan batubara dan minyak bumi meskipun saat ini sudah dimulai transisi energi dengan mengkampayekan dan memberi insetif penggunaan mobil dan motor listrik namun sumber listrik yang kita hasilkan masih dari batubaru, ini sama saja kita menambah emisi karbon. dan kami sangat menyanyangkan ketiga cawapres tidak menyingung soal transisi energi dan RUU EBET,” pungkasnya.

Harusnya ketiga cawapres ini bisa menyampaikan komitmen energi sebagai modal pembangunan diatur dalam Perpres Nomor 79 Tahun 2014 tentang Kebijakan Energi Nasional yang dimana seharusnya tata kelola energi fosil disisikan untuk modal pembangunan maupun investasi energi baru dan terbarukan dan yang lebih penting peta jalan menuju Net ZEro Emisi harus dituangkan dalam peraturan perundang-undangan yaitu RUU EBET sebagai bentuk kepastian tata kelola energi baru dan terbarukan.

Terakhir annisa selain direktur eksekutif srikandi energi indonesia dan juga aktivis PMII menyampaikan “semua capres lupa bahwa kami kelompok perempuan baik muda maupun emak-emak sangat erat hubungannya dengan energi dan seharusnya kami dilibatkan secara aktif dalam segara proses tata kelola energi baru dan terbarukan mulai dari perencanaan, operasional hingga distribusi,” pungkasnya.

Kabarbaru Network

https://beritabaru.co/

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store