Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

PT BSI dan UKM Center Banyuwangi Berhasil Pasarkan Jajanan Buah Naga

Kabarbaru.co
Ibu - ibu UKM Center Pesanggaran Banyuwangi, saat mengemas jajan buah naga (Foto:Joko).

Jurnalis:

Kabar Baru, Banyuwangi – PT Bumi Sukses Indo terus melakukan kegiatan pendampingan terhadap pelaku usaha UMK di wilayah Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi.

Salah satu pendampingan diberikan kepada pelaku UKM Center, di Desa Sumbermulyo.

Bahkan, perusahaan tambang emas yang beroperasi di wilayah Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, tersebut rutin memberikan pelatihan pengelohan buah naga kepada UKM Center menjadi makanan ringan yang siap di sajikan.

“Kami ini awalnya adalah sekumpulan ibu-ibu yang belum punya kegiatan di rumah. Akhirnya dilatih oleh PT BSI untuk membuat produk olahan, dengan fokus pengolahan buah naga menjadi dodol,” kata Zaenab, ketua UKM Center.

“Jumlahnya ada lebih dari 100 item produk. Paling best seller yang dodol buah naga,” kata Zaenab.

Gestun Jogja

Seperti diketahui, buah naga merupakan salah satu komoditas hortikultura andalan masyarakat Bumi Blambangan, yang mayoritas dibudidayakan diwilayah Kecamatan Bangorejo, Purwoharjo, Pesanggaran, Siliragung, Muncar, dan Tegaldlimo.

Kepada awak media, Zaenab mengungkapkan, awalnya para ibu – ibu banyak yang ragu dengan upaya ini. Bahkan mereka sempat berpikir, ‘bisa tidak ya, laku apa tidak ya.

Namu kita selalu memberikan motivasi kepada teman – teman jika bisnis itu harus dijalani terlebih dahulu.

“Bisnis apapun juga harus dijalani. Jika ada masalah kita cari solusinya,” kata perempuan ketua UKM Center itu.

Sementara itu, Namhar Hernanto dari tim Communicatiion and Public Relation PT BSI mengatakan jika semula mereka kesulitan memasarkan produk.

Baca Juga  Jelang Pilbub Banyuwangi 2024, Demokrat dan PKB Banyuwangi Bertemu Bahas Koalisi

Namun ketika baru berproduksi dan langsung mendapat pesanan dari PT BSI baru para ibu – ibu optimis jika usahanya akan berjalan.

PT BSI tak hanya mengajarkan cara mengolah. Anak perusahaan PT Merdeka Cooper Gold tersebut juga mendampingi warga dengan menyediakan fasilitasi dan memberikan masukan, pembinaan.

Setiap satu bulan sekali diadakan pertemuan untuk mengevaluasi kondisi, persoalan, dan sekaligus menemukan solusi.

PT BSI mendampingi warga untuk mengemas produk, membantu pengurusan perizinan, hingga memasarkannya, melalui kegiatan-kegiatan expo UMKM di Banyuwangi maupun luar Banyuwangi.

“Perusahaan lebih memberi kail dan alat pancing. Bukan ikan,” kata Namhar Hernanto.

Tercatat, ada 20 pelaku UMKM diwilayah Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi yang telah mengantongi sertifikat Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) dan sertifikasi halal pada 2023.

Mereka terintegrasi pula dengan aplikasi Smart Kampung milik Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.

Sejak Tahun 2018 Zaenab mengusulkan kepada PT BSI untuk memfasilitasi pembentukan tempat penjualan UKM Center untuk menjadi semacam etalase sekaligus tempat penjualan terpadu produk-produk UMKM makanan olahan dari warga Kecamatan Pesanggaran, Siliragung, Bangorejo, yang merupakan wilayah ring satu perusahaan tambang emas.

Dan Alhamdulillah usulan ketua UKM Center itu dikabulkan oleh PT BSI. Pemberdayaan ekonomi masyarakat memang merupakan salah satu program prioritas tanggung jawab sosial perusahaan.

PT BSI ingin berkhidmat memberi manfaat. Tak hanya di sektor UKM, tapi dalam pemberdayaan ekonomi yang lain, seperti sektor peternakan dan pembangunan infrastuktur, pendidikan dan kesehatan di Banyuwangi.

Baca Juga  Jelang Pilbub Banyuwangi 2024, Demokrat dan PKB Banyuwangi Bertemu Bahas Koalisi

“Kurang lebih 100 orang pelaku UMKM bergabung dengan UKM Center tersebut. Namun, menurut Zaenab, tak semua rutin menitipkan makanan olahan produk mereka. Yang rutin mengisi display berjualan sekitar 35 hingga 40 UKM,” terang Zaenab.

Masih Zaenab, pandemi Covid-19 pada tahun 2020 sempat memukul para pelaku UMKM di Banyuwangi, termasuk di wilayah Pesanggaran. Produk mereka tak laku.

Tanpa ada wisatawan yang datang ke Pulau Merah, omzet mereka benar-benar anjlok, hanya sekitar Rp 1-2 juta per bulan sehingga membuat para pelaku UMKM mulai putus asa.

Namun berkat kepedulian PT BSI kami masih bertahan hingga hari ini. Tak ingin para pelaku UMKM mati, PT BSI memutuskan untuk membuka peluang penjualan di site atau dalam area tambang.

“Kami dibikinkan toko untuk berjualan di sana. Alhamdulillah kami tidak terlalu terdampak. Teman-teman UMKM tetap bisa berproduksi, berjualan produk masing-masing,” papar Zaenab.

“Demi menguatkan ekosistem perekonomian di kawasan Pesanggaran. PT BSI membuat dan membina platform pemasaran digital waruung.com. Melalui aplikasi ini, warga dan karyawan bisa memesan makanan dari para pelaku UMKM. Bisnis makanan pun berkembang. Dan puji syukur roda ekonomi tetap berjalan di Pesanggaran pada saat pandemi hingga sekarang,” sambung Namhar.

Kepada awak media, Zaenab mengungkapkan, setelah pandemi berlalu, omzet penjualan produk-produk UMKM di UKM Center melesat pada kisaran Rp 100-200 juta per bulan.

Baca Juga  Jelang Pilbub Banyuwangi 2024, Demokrat dan PKB Banyuwangi Bertemu Bahas Koalisi

Nama mereka mulai dikenal, dan pasar pun meluas tak hanya pasar lokal, namun juga menembus luar pulau, seperti Kalimantan.

“Diluar neger seperti Hongkong, Taiwan juga tembus karena dibantu teman – teman Tenaga Kerja Indonesia (TKI) memasarkannya,” ungkap Zaenab.

Bahkan, Zaenab mengaku bangga karena jajanan olahan UKM Center mendapat respon dari kalangan artis. Seperti olah dodol buah naga.

“Saat mengikuti pameran produk di kota Malang, produk dodol buah naga mendapat respon dari kalangan artis. Bahkan ada pelaku UMKM di beberapa desa Kabupaten malang datang ke Banyuwangi untuk belajar,” jelentrehnya.

Zaenab berharap outlet UKM Center bisa semakin diperbaiki pada masa mendatang. Dengan begitu akan lebih banyak pelaku UMKM yang bergabung dan pengunjung yang datang.

“Kami berharap kesadaran teman-teman yang berproduksi untuk mengambil peluang usaha di sini. Usaha tergantung niat kita. Lakukan. Bukan hanya mimpi,” katanya.

Seperti diketahui, bergabung dengan UKM Center tak susah, karena di UKM Center ada saham dan tabungan. Saham Rp 100 ribu untuk mengikat keanggotaan.

Biasanya pada akhir periode, keuntungan bisnis akan dibagi menjelang lebaran.

Sementara tabungan digunakan untuk keperluan usaha. Di UKM Center tidak semua hasil penjualan diambil karena harus ada yang ditabung. Tabungan bisa diambil sesuai kebutuhan.

Berita ini ditulis Jurnalis kabarbaru.co biro Banyuwangi, Joko Prasetyo.

Kabarbaru Network

https://beritabaru.co/

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store