Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Kazakhstan Demo Besar-Besaran, Presiden Sebut Afghanistan Dalangnya

Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev. (Foto: Dokumen/Istimewa).

Jurnalis:

KABARBARU, INTERNATIONAL – Kazakhstan terguncang setelah kekerasan terburuk dalam sejarahnya baru-baru ini. Negara tersebut pada Senin (10/1) sedang berkabung karena puluhan orang tewas dalam bentrokan tersebut.

Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev mengatakan militan dari Asia Tengah, Afghanistan, dan Timur Tengah, menjadi dalang di balik kerusuhan yang memuncak di sana sejak pekan lalu.

“Saya tidak ragu itu adalah serangan teror,” kata Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev kepada Presiden Dewan Eropa Charles Michel, seperti diberitakan AFP, Senin (10/1).

Baca Juga  Memperoleh Visa UK dengan Mudah: Panduan Pengurusan Visa UK

“Serangan itu terorganisasi dengan baik dan melibatkan pejuang asing dari negara-negara Asia Tengah, Afghanistan, dan Timur Tengah,” tuturnya.

Dia menuding pra militan berusaha menciptakan suatu kekacauan untuk merebut kekuasaan.

Terpisah, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dan Menteri Luar Negeri China Wang Yi turut membahas situasi di Kazakhstan dan menyuarakan dukungan tegas mereka atas negara tersebut.

Kedua menteri luar negeri tersebut menekankan keprihatinan mereka tentang intervensi kekuatan eksternal, termasuk partisipasi tentara bayaran asing dalam serangan kepada warga sipil dan pejabat penegak hukum.

Baca Juga  Museum NTB Lakukan Diplomasi Kebudayaan Ke Saudi Arabia

Namun, pemerintah Kazakhstan dan Rusia berulang kali menyahlahkan kerusuhan pada ‘bandit teroris’ dari luar negeri tanpa memberikan bukti. Presiden Tokayev bahkan juga mengklaim kerusuhan itu disebabkan ‘teroris’ dalam negeri.

Para teroris ini, kata Tokayev, terlatih melakukan sabotase ideologi, menggunakan informasi salah secara terampil, dan mampu memanipulasi hati masyarakat. Ia bahkan mengeluarkan izin bagi aparat untuk menembak mati para perusuh tanpa peringatan.

Baca Juga  PPI Dunia Imbau Pelajar Luar Negeri Tenang dan Terima Hasil Resmi Pemilu

Namun, klaim ini dibantah oleh para demonstran.

Sebelumnya, Kementerian Dalam Negeri Kazakhstan melaporkan pasukan pemerintah telah menangkap 7.939 orang per pada Senin (10/1) akibat kerusuhan yang memuncak sejak pekan lalu.

Presiden Kazakhstan, Kassym-Jomart Tokayev juga telah menahan Kepala Komite Keamanan Nasional Kazakhstan, Karim Masimov, atas dugaan pengkhianatan pada pekan lalu.

Kabarbaru Network

https://beritabaru.co/

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store