Karhutla Suwawa Meluas, Yakub Tangahu Minta Pemerintah Prioritaskan Keselamatan Penambang

Jurnalis: TIM Gorontalo
Kabar baru, Gorontalo– Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah pertambangan Suwawa, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, menjadi perhatian serius menyusul meluasnya kobaran api ke sejumlah titik pengeboran. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan para penambang yang beraktivitas di sekitar lokasi.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, tanda-tanda kebakaran diduga telah muncul beberapa hari sebelum api membesar. Kobaran api diperkirakan berawal dari kawasan Batu Gergaji, kemudian menjalar ke titik bor 17 pada Minggu (18/10/2026), sekitar pukul 13.00 WITA.
Pada malam harinya, sekitar pukul 20.00 WITA, api dilaporkan telah merambah hingga titik bor 18 dan 19. Perluasan kebakaran ini membuat situasi di kawasan pertambangan semakin mengkhawatirkan.
Sejumlah penambang berupaya mengendalikan api dengan peralatan terbatas sembari menunggu bantuan petugas pemadam kebakaran. Namun, upaya tersebut terkendala kondisi geografis berupa jalur yang sulit dilalui, medan terjal, serta letak titik api di kawasan berketinggian.
Situasi itu mendorong perlunya langkah penanganan yang lebih terarah agar kebakaran tidak semakin meluas dan mengancam keselamatan masyarakat di sekitar kawasan pertambangan.
Yakub Tangahu Dorong Sinergi Pemerintah dan Kepolisian
Anggota DPRD Kabupaten Bone Bolango, Yakub Tangahu, meminta pemerintah daerah bersama Polda Gorontalo meningkatkan koordinasi dalam menangani kebakaran tersebut. Ia menegaskan bahwa perlindungan terhadap keselamatan penambang harus menjadi pertimbangan utama dalam setiap langkah penanganan.
Menurut Yakub, sulitnya akses menuju lokasi kebakaran tidak seharusnya mengesampingkan kebutuhan untuk segera melakukan penanganan. Ia mengingatkan bahwa terdapat masyarakat yang beraktivitas dan menggantungkan penghidupan di kawasan tersebut.
“Jangan melihat lokasi atau medan, tetapi di sana ada nyawa dan kehidupan penambang yang menjadi titik fokus,” tegas Yakub.
Politikus Partai Demokrat itu menilai, keterlibatan berbagai pihak diperlukan untuk mempercepat pengendalian api. Pemerintah dan aparat kepolisian diharapkan dapat mengambil langkah konkret sesuai kewenangan masing-masing agar risiko terhadap para penambang dapat diminimalkan.
Yakub mengungkapkan bahwa dirinya telah berkomunikasi dengan pihak perusahaan Gorontalo Mineral (GM), mengingat lokasi kebakaran berada di dalam wilayah kontrak karya perusahaan tersebut.
Dari komunikasi itu, pihak GM disebut telah menjalin koordinasi dengan pemerintah, termasuk Dinas Kehutanan Provinsi Gorontalo. Sejumlah pihak terkait juga dikabarkan telah bergerak menuju lokasi untuk meninjau situasi kebakaran dan melihat kebutuhan penanganan di lapangan.
Koordinasi turut dilakukan dengan Polres Bone Bolango sebagai bagian dari upaya merespons kejadian tersebut.
Akses Sulit Jadi Tantangan Penanganan Kebakaran
Yakub berharap seluruh pihak yang memiliki peran dalam penanganan karhutla segera menyatukan langkah. Menurutnya, kondisi medan yang berat membutuhkan koordinasi yang baik agar upaya pemadaman dapat berlangsung lebih efektif.
Selain memperhatikan pengendalian api, langkah penanganan juga perlu mempertimbangkan keamanan masyarakat yang masih berada di sekitar kawasan terdampak. Dengan demikian, risiko yang ditimbulkan oleh perluasan kebakaran dapat ditekan.
Ia juga berharap kebakaran tidak terus menjalar ke area pertambangan lainnya. Respons yang cepat dan kerja sama lintas pihak dinilai penting untuk mencegah situasi semakin sulit dikendalikan.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa penanganan karhutla di kawasan dengan akses terbatas membutuhkan kesiapan dan koordinasi yang memadai. Di tengah kondisi tersebut, keselamatan penambang tetap perlu ditempatkan sebagai prioritas dalam setiap upaya penanganan.***
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Poros Merdeka
Portal Tujuh
WahGenz
Kita Notice
Dinamika Post
Radar Baru
Seedbacklink
