Dugaan Pelecehan Berkedok Konten Religi, Sosok Gus Idris Jadi Sorotan Publik

Jurnalis: Zulfikar Rasyid
Kabar Baru, Jakarta – Nama Muhammad Idrisul Marbawi, yang dikenal dengan sebutan Gus Idris dan disebut berasal dari Malang, Jawa Timur, mendadak menjadi perhatian publik setelah terseret dugaan kasus pelecehan seksual.
Sosok yang dikaitkan dengan Pondok Pesantren Thoriqul Jannah ini dituding melakukan tindakan tidak pantas dengan modus syuting konten YouTube bertema religi.
Kasus tersebut mencuat ke ruang publik setelah seorang perempuan bernama Sovi membagikan pengalamannya melalui akun Instagram @sovinovitav pada Senin, 2 Februari 2026. Unggahan itu dengan cepat menyebar luas dan memicu gelombang respons dari warganet.
Tawaran Syuting Religi Jadi Awal Dugaan Kasus
Dalam keterangannya, Sovi mengawali ceritanya dengan peringatan kepada para muse dan talent perempuan agar lebih waspada terhadap tawaran pekerjaan syuting, khususnya yang berlokasi di sebuah pondok pesantren di kawasan Pakis, Malang.
Ia menyebut konsep konten yang ditawarkan bertema religi dengan judul “Sumpah Pocong”. Karena mengira kegiatan tersebut hanya sebatas pembuatan konten biasa, Sovi mengaku tidak menaruh curiga sejak awal.
“Aku kira seperti photoshoot atau akting biasa, jadi aku nggak banyak nanya,” tulis Sovi dalam unggahannya.
Kecurigaan mulai muncul saat Sovi tiba di lokasi. Ia menyebut tidak menemukan talent perempuan lain, melainkan hanya sejumlah laki-laki. Bersama satu perempuan lainnya, Sovi kemudian diajak menuju area yang disebut sebagai tempat penyembelihan hewan.
Dalam situasi tersebut, Sovi mengaku merasa tidak nyaman, terlebih saat ia dipanggil secara terpisah oleh asisten terduga pelaku dan mendapat pertanyaan bersifat personal.
Ia juga mengungkap bahwa sosok tersebut mengaku memiliki perasaan kepadanya dan mulai mengaitkan situasi dengan unsur spiritual.
Dugaan Manipulasi Psikologis dan Doktrin Agama
Menurut pengakuan Sovi, kondisi emosionalnya semakin tertekan ketika ia diarahkan mengikuti ritual tertentu, termasuk diminta meminum minuman yang dikaitkan dengan narasi spiritual dan kekuatan gaib.
Ia mengaku merasa takut, bingung, hingga menangis, serta menilai adanya dugaan manipulasi psikologis dengan memanfaatkan doktrin agama.
Dalam unggahannya, Sovi menuliskan kalimat yang diduga diucapkan oleh terduga pelaku, yang kemudian mengarah pada permintaan tindakan fisik yang dinilai sebagai dugaan pelecehan seksual.
Sovi menyebut sempat berusaha keluar dari situasi tersebut dengan berpura-pura mengantuk dan tertidur. Ia juga mengaku sempat dijanjikan imbalan uang, namun tidak menuruti permintaan terduga pelaku.
Strategi tersebut, menurutnya, membuat ia terhindar dari kemungkinan kejadian yang lebih buruk. Namun setelah itu, ia kembali diminta untuk mencarikan talent perempuan lain.
Identitas Terduga Pelaku Mulai Terungkap
Dalam unggahan awalnya, Sovi tidak menyebutkan nama secara langsung. Namun, identitas sosok yang dimaksud mulai ramai diperbincangkan setelah akun X @istrinyadilan membagikan ulang cerita tersebut dan menyebut nama Gus Idris.
Sejumlah warganet di kolom komentar juga menyebut lokasi dan nama yang sama, bahkan menandai alamat pondok pesantren yang dimaksud.
Seiring viralnya unggahan tersebut, beberapa akun media sosial lain mengaku pernah mengalami kejadian serupa dengan pola yang hampir sama. Ada yang menyebut tidak menerima bayaran, ada pula yang mengaku diminta mencarikan talent perempuan lain dengan iming-iming uang.
Sebagian dari mereka mengaku mengalami trauma dan ketakutan untuk kembali menerima pekerjaan serupa.
Hingga kini, unggahan Sovi masih terus menuai perhatian publik. Desakan agar dugaan kasus ini diusut secara serius semakin menguat, seiring bertambahnya pengakuan dari warganet yang merasa menjadi korban.
Belum ada klarifikasi resmi dari pihak yang disebut dalam unggahan tersebut. Publik kini menunggu langkah aparat penegak hukum untuk menelusuri kebenaran dari berbagai pengakuan yang telah beredar luas di media sosial.
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
AYO Nusantara
Seedbacklink

