PT Semen Imasco Asiatic Diduga Lalai Hingga Makan Korban, Aktivis Desak Hentikan Total Operasional

Jurnalis: Muhammad Oby
Kabarbaru, Jember — Kematian dua orang dalam insiden yang diduga berkaitan dengan aktivitas pabrik semen Imasco yang memproduksi semen singa merah kembali memantik kemarahan publik. Peristiwa ini menjadi titik balik yang memperkuat desakan agar operasional perusahaan tersebut segera dihentikan secara total.
Bagi banyak pihak, kejadian ini bukan sekadar kecelakaan biasa, melainkan akumulasi dari persoalan yang selama ini dikeluhkan warga. Julukan “Monster IMASCO” yang disematkan masyarakat mencerminkan keresahan yang telah lama terpendam dan kini meledak menjadi tuntutan terbuka.
Koordinator Wilayah Jawa Timur Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Heru Satriyo yang dikenal sebagai Heru Maki menyampaikan sikap tegas tanpa ruang kompromi. Ia menilai jatuhnya korban jiwa menjadi bukti bahwa keberadaan pabrik tersebut telah mengancam keselamatan warga.
“Tidak ada pilihan lain. IMASCO harus ditutup sekarang juga. Jangan tunggu ada korban lagi,” ujarnya.
Menurut Heru, berbagai peringatan yang selama ini disuarakan masyarakat dan aktivis lingkungan tidak pernah ditanggapi secara serius. Ia menilai kondisi ini menunjukkan adanya pembiaran terhadap potensi bahaya yang kini terbukti nyata.
Tak hanya berhenti pada pernyataan, Heru memastikan MAKI Jawa Timur akan mengambil langkah konkret. Ia menyebut akan turun langsung bersama kelompok masyarakat yang menamakan diri Laskar Jahanam untuk menekan penutupan pabrik tersebut.
“Kami akan bergerak. Ini bukan soal kepentingan siapa pun, tapi soal keselamatan manusia,” tegasnya.
Senada, Ketua Laskar Jahanam Jember, Dwi Agus Budiyanto, menegaskan pihaknya siap mengawal aspirasi warga hingga tuntas. Ia bahkan memperingatkan akan adanya aksi besar jika tuntutan tidak segera direspons.
“Kami tidak akan mundur. Jika tidak ada tindakan nyata, kami akan turun dengan kekuatan penuh,” katanya.
Gelombang penolakan terhadap IMASCO kini semakin meluas. Aktivis, tokoh masyarakat, hingga warga di sekitar area pabrik bersatu menyuarakan hal yang sama: penghentian operasional demi mencegah jatuhnya korban berikutnya.
Hingga saat ini, pihak IMASCO belum menyampaikan klarifikasi resmi atas insiden terbaru maupun tuntutan yang terus menguat dari berbagai elemen masyarakat.
Peristiwa ini kembali mengingatkan bahwa persoalan yang dibiarkan berlarut dapat berujung pada tragedi. Kini publik menanti, apakah pemerintah akan bertindak cepat, atau kembali menunggu hingga korban berikutnya jatuh.
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
AYO Nusantara
Seedbacklink

