SMPN 3 Purwakarta Hadirkan Kelas Inspiratif, Orang Tua Turun Langsung Mengajar

Jurnalis: Deni Aping
Kabar Baru, Purwakarta – SMPN 3 Purwakarta kembali menunjukkan inovasi di bidang pendidikan melalui program Kelas Inspiratif, sebuah terobosan pembelajaran yang melibatkan perwakilan orang tua siswa sebagai guru tamu di kelas anak-anaknya. Program ini tidak hanya memperkaya wawasan peserta didik, tetapi juga memperkuat kolaborasi antara sekolah dan keluarga dalam membentuk karakter generasi muda.
Kegiatan berlangsung penuh antusiasme. Para siswa tampak aktif dan bersemangat mengikuti materi yang disampaikan, menyimak pengalaman nyata dari para profesional yang hadir sebagai guru inspiratif. Suasana belajar terasa lebih kontekstual, komunikatif, serta sarat motivasi karena siswa mendapatkan perspektif langsung dari dunia nyata.
Kepala SMPN 3 Purwakarta, Muhamad Husni, menegaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari komitmen sekolah untuk menghadirkan pembelajaran yang bermakna dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.
“Kelas Inspiratif kami rancang untuk membuka cakrawala berpikir siswa. Mereka tidak hanya belajar teori dari buku, tetapi juga mendapatkan pengalaman, nilai, dan pembelajaran kehidupan langsung dari para praktisi di berbagai bidang. Ini merupakan bentuk sinergi nyata antara sekolah dan orang tua dalam mendidik anak,” ujar Husni. Kamis (12/2)
Salah satu narasumber yang hadir adalah Komisioner Bawaslu Kabupaten Purwakarta, Siti Nurhayati, yang berkesempatan menjadi guru inspiratif di kelas anaknya sendiri. Dalam pemaparannya, ia mengangkat tema pentingnya demokrasi serta peran strategis pemilih pemula dalam menentukan arah masa depan bangsa.
Menurut Siti Nurhayati, generasi muda memiliki posisi krusial dalam menjaga dan meningkatkan kualitas demokrasi Indonesia.
“Pemilih muda bukan sekadar pengguna hak suara, melainkan agen perubahan yang membawa harapan baru bagi kualitas demokrasi Indonesia. Jangan ragu untuk bersuara, karena dari tangan generasi muda, masa depan demokrasi bangsa ini dimulai,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa pendidikan memiliki peran sentral dalam membangun kesadaran kritis, karakter, dan tanggung jawab kebangsaan. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan pemikiran sejumlah tokoh pendidikan dunia. R.A. Kartini pernah menyampaikan bahwa perempuan berpendidikan bukan hanya membangun dirinya, tetapi juga membangun peradaban. Tan Malaka menegaskan bahwa tujuan pendidikan adalah mempertajam kecerdasan, memperkukuh kemauan, serta memperhalus perasaan.
Ki Hajar Dewantara memandang pendidikan sebagai kunci dalam membangun karakter dan menciptakan generasi yang cerdas serta berkualitas. Sementara Albert Einstein menyebut pendidikan sebagai proses membuka pikiran dan mengubah kegelapan menjadi cahaya. Malala Yousafzai pun mengingatkan bahwa satu anak, satu guru, satu buku, dan satu pena dapat mengubah dunia.
Melalui program ini, SMPN 3 Purwakarta ingin menegaskan bahwa pendidikan bukan sekadar proses transfer ilmu pengetahuan, melainkan upaya membentuk manusia seutuhnya. Sebagaimana diungkapkan Prof. Dr. Saparinah Sadli, pendidikan bukan hanya mencerdaskan akal, tetapi juga memanusiakan manusia.
Muhamad Husni berharap Kelas Inspiratif dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi budaya positif di lingkungan sekolah.
“Kami ingin siswa memahami bahwa belajar adalah proses sepanjang hayat. Pendidikan adalah jalan untuk membangun karakter, memperluas wawasan, serta menumbuhkan mimpi besar bagi masa depan mereka,” tutupnya.
Melalui Kelas Inspiratif, SMPN 3 Purwakarta membuktikan bahwa kolaborasi erat antara sekolah dan orang tua mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih hidup, relevan, dan membekas dalam diri peserta didik, sekaligus menanamkan nilai demokrasi dan semangat perubahan sejak dini. ***
Insight NTB
Daily Nusantara
Suara Time
Kabar Tren
Portal Demokrasi
IDN Vox
Lens IDN
Seedbacklink

