Pemda Bone Bolango Andalkan PM-AAS untuk Tekan Inflasi Beras

Jurnalis: TIM Gorontalo
Kabar baru, Gorontalo– Pemerintah Kabupaten Bone Bolango mendorong modernisasi sektor pertanian melalui penerapan metode PM-AAS (Pertanian Modern–Advanced Agricultural System) dalam Gerakan Tanam Serentak yang digelar Kelompok Tani Suka Maju di Desa Ayula Timur, Kecamatan Bulango Selatan, Minggu (11/10/2026).
Program ini diharapkan mampu meningkatkan produksi padi sekaligus memperkuat ketersediaan beras untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan mengendalikan inflasi daerah.
Dalam kegiatan tersebut, Asisten III Pemerintah Kabupaten Bone Bolango hadir mewakili Bupati Bone Bolango. Turut hadir Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bone Bolango, anggota DPRD Kabupaten Bone Bolango dari Komisi III, Hendra Suleman, A.Md., Kasat Binmas yang mewakili Kapolres, serta unsur pemerintah kecamatan.
Dalam sambutan yang disampaikan mewakili Bupati, pemerintah daerah menekankan pentingnya penguatan ketahanan pangan di tengah tantangan global, termasuk ketidakpastian rantai pasok dan dampak perubahan iklim.
Cuaca yang tidak menentu, ancaman kekeringan, serta pergeseran musim tanam dinilai menuntut petani untuk beradaptasi melalui penerapan metode pertanian yang lebih modern.
“Bangsa yang tidak mampu berdaulat atas pangannya akan rentan terhadap tekanan luar. Oleh karena itu, ketahanan pangan di tingkat lokal seperti di Bone Bolango ini adalah benteng pertahanan utama kita,” demikian pesan Bupati yang disampaikan melalui perwakilannya.
Selain meningkatkan produktivitas pertanian, penerapan PM-AAS juga diarahkan untuk membantu mengendalikan inflasi, khususnya yang berkaitan dengan harga beras.
Pemerintah daerah menyoroti kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) beras premium yang sempat terindikasi terjadi di Kabupaten Bone Bolango dalam beberapa bulan terakhir. Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah pusat sehingga diperlukan langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan.
Melalui metode PM-AAS, peningkatan produksi padi diharapkan dapat memperkuat pasokan beras di daerah. Dengan ketersediaan yang lebih memadai, tekanan inflasi akibat kenaikan harga beras diharapkan dapat berkurang dalam beberapa waktu ke depan.
Pemerintah daerah juga mendorong peningkatan target produktivitas padi dari enam ton menjadi 10 ton bagi setiap kelompok tani dan penyuluh. Langkah ini diharapkan dapat mendukung peningkatan hasil panen sekaligus pengembangan hilirisasi sektor pertanian.
Pemkab Bone Bolango memberikan apresiasi kepada Kelompok Tani Suka Maju dan para penyuluh pertanian yang telah menginisiasi gerakan tanam serentak tersebut.
Dukungan terhadap inovasi pertanian ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kesejahteraan petani, tetapi juga memperkuat kemandirian pangan dan menjaga stabilitas ekonomi daerah.
Melalui penerapan PM-AAS, Pemkab Bone Bolango berharap sektor pertanian semakin produktif, adaptif terhadap perubahan iklim, serta mampu menyediakan pasokan beras yang cukup bagi masyarakat secara berkelanjutan.***
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Poros Merdeka
Portal Tujuh
WahGenz
Kita Notice
Dinamika Post
Radar Baru
Seedbacklink
