Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Sistem Keuangan di Negaranya Kolaps, Warga Afghanistan Beralih Ke Kripto

Mahboob merupakan perempuan pendiri lembaga nirlaba Digital Citizen Fund. (Foto : doc/istimewa)..

Jurnalis:

KABARBARU, JAKARTA – Mahboob merupakan perempuan pendiri lembaga nirlaba Digital Citizen Fund. Dia salah satu perempuan hebat di Afghanistan yang berhasil membangun mental warga di wilayahnya, untuk bangkit dari kepurukan ekonomi yang dialami oleh negara.

Menyadari sistem keuangan di negaranya sudah mulai tidak sehat, Mahboob akhirnya mengajari ribuan gadis dan perempuan dewasa keterampilan komputer dasar di Herat dan Kabul. Mereka semua dibimbing agar melek digital.

Setelah pintar mengoperasikan komputer, para perempuan itu juga menulis blog dan membuat video yang hasilnya dibayar dengan uang tunai. Kebanyakan dari mereka tidak memiliki rekening bank lantaran dilarang atau karena tidak punya dokumen pelengkap.

“(Bitcoin) mudah digunakan, lebih murah dan lebih aman dibanding opsi lain. Jadi, kami ajari gadis-gadis itu cara menggunakannya dan mulai membayar staf dan kontributor dengan mata uang itu, kami bilang ke mereka itu adalah investasi masa depan,” kata Mahboob dilansir dari Ruters di Jakarta, Selasa (12/10/2021).

Joki Tugas

Sekitar sepertiga dari hampir 16.000 gadis dan perempuan dewasa yang belajar komputer dasar di pusat-pusat pelatihan milik Mahboob juga mempelajari cara membuat akun dompet kripto dan menerima uang.

Jika tertarik, mereka juga belajar jual-beli dan berinvestasi dalam bitcoin dan ethereum, mata uang digital populer lainnya. Beberapa dari mereka meninggalkan Afghanistan usai kejatuhan Kabul pada 15 Agustus.

Sebagian di antaranya menggunakan dompet kripto untuk memindahkan uang keluar, membantu evakuasi keluarga mereka dan untuk menetap di negara baru. Kata Mahboob merek berhasil memenangkan ketakutan dalam dirinya sendiri, dengan Bitcoin peradaban ekonomi bisa dibangun lagi.

Sementara itu, El Salvador pada September jadi negara pertama yang mengadopsi bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah, meski ada kekhawatiran kebijakan itu membuat kaum miskin semakin terpinggirkan.

Ketika para investor besar mengangkat harga bitcoin ke rekor tertinggi tahun ini, uang kripto itu semakin banyak dipakai oleh mereka yang tak punya akses ke bank formal, berada di zona konflik, atau tinggal di negara dengan pemerintahan yang rapuh, kata pakar teknologi dan keuangan.

Kabarbaru Network

https://beritabaru.co/

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store