Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

PPI Institute: Pemuda Agent of Change Menyongsong Indonesia Emas 2045

Jurnalis:

Kabar Baru, Jakarta – Untuk mencapai aktualisasi diri mengambil bagian dalam visi Indonesia Emas 2045, Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia menggelar serial agenda PPI Institute.

Seri pertama rangkaian ini bertajuk Peran Pemuda Berjaya, Mempersiapkan Generasi Emas bersamaan dengan pembukaan terlaksana secara online pada Sabtu, 20 Januari 2024 pukul 13.00 WIB.

Diikuti oleh lebih dari seribu pelajar dan mahasiswa dari 3 PPI Dunia Kawasan, berbagai PPI negara, Badan Eksekutif Mahasiswa, Youth Ranger Indonesia dan khalayak luas.

Serial agenda yang diprakarsai oleh Biro Satuan Pengendalian Internal, Hukum, dan Kelembagaan (SPIHK) PPI ini akan berlangsung dalam 6 seri. Bertujuan untuk membangun semangat bersama mengembangkan Indonesia melalui potensi pemuda sebagai agent of change sebagai manifestasi Indonesia Emas 2045.

“Kita (pemuda) bukan hanya pemimpin masa depan, tetapi juga pemimpin hari ini yang akan tampil sebagai agen perubahan positif”, terang Muhammad Dava Warsyahdhana, Kepala Sekolah PPI Institute 2024 dalam sambutannya.

Baca Juga  Museum NTB Lakukan Diplomasi Kebudayaan Ke Saudi Arabia

Senada dengan hal tersebut, Koordinator PPI Dunia Periode 2023/2024, Hamzah Assuudy Lubis mengungkapkan, “Ada tantangan demografis, pertanyaannya adalah apakah kita dapat menjadi bonus atau justru kecelakaan demografi?”, ungkap Hamzah.

“Pada kesempatan kali ini kita dapat berdiskusi dan mengambil manfaat dari stakeholder yang kita undang, agar kita dapat menyamakan frekuensi dan menjadi bonus demografi menyongsong 2045 ke depan,” sambungnya.

Ketua Umum PPI Malaysia Periode 2022/2023, Mochamad Azkal Azkiya Aziz memandu materi pertama membersamai Stafsus Presiden RI 2019-2024 sekaligus mewakili tim pemenangan Ganjar-Mahfud, Angkie Yudistia.

“Kita bicara tentang pemuda maka kita bicara tentang transformasi digital. Transformasi ini harus dibarengi dengan literasi digital yang inklusif dan merata. Untuk mewujudkan inklusivitas, Indonesia punya UU no. 8 tahun 2016. Implementasi undang-undang melalui peraturan pemerintah perlu kontribusi pemerintah dan rakyat. Rakyat ini banyak, maka kita perlu sosok yang bisa naikin kepentingan rakyat. Solusinya bagaimana biar bisa sampai ke pemerintah? Ketok pintu. Kita yang datang memperkenalkan diri memperjuangkan kepentingan rakyat”, terang Angkie.

Baca Juga  PPI Dunia Imbau Pelajar Luar Negeri Tenang dan Terima Hasil Resmi Pemilu

“Dari 270 juta penduduk Indonesia lebih dari 50% adalah millenials dan gen Z. Kita tuh butuh anak muda yang kreatif; anak muda yang kritis; yang bisa komunikasi lintas sektoral. Karena kita sebagai generasi muda harus belajar dari senior, makanya harus bisa komunikasi. Peran pemuda itu agen perubahan, agen pembangunan, dan agen pembaruan,” sambung Angkie dalam penjelasanya.

Ketua Umum PPI Jepang Periode 2023/2024, Fadlyansyah Farid membersamai materi berikutnya masih bersama Angkie sebagai Sekretaris Tim Pemenangan Ganjar-Mahfud.

“Kita bahas grand design visi misi Pak Ganjar dan Prof Mahfud itu pertumbuhan ekonomi 7%. Dengan menginisiasi 17 juta lapangan pekerjaan mulai dari pemerataan kesehatan sampai 10 juta hunian; pendidikan berbasis kerja; dan sokongan ekonomi UMKM, pengurus masjid dan guru agama, petani, nelayan, dan penyandang disabilitas. Kita punya Prof Mahfud yang bakal mengawal program-program kita berjalan. Sayang kalau anggaran gede tapi kena KKN,” pungkas Angkie.

Baca Juga  Memperoleh Visa UK dengan Mudah: Panduan Pengurusan Visa UK

Materi ketiga disampaikan oleh Dewan Penasehat Alumni Connect PPI Dunia, La Ode Mutakhir Bolu.

“Hampir semua disini adalah mahasiswa dan kalangan terpelajar. Lengkap, lah, pemuda dan pelajar yang semangatnya sedang tinggi-tingginya. Spirit itu swdang kita butuhkan. Spirit perubahan, spirit mengoreksi, spirit ini dilanjutakan dan yang ditunggu-tunggu adalah, karena kita adalah terpelajar, yaitu kemampuan memberikan solusi. Kemampuan ini lah yang dibutuhkan oleh negara,” ujar La Ode.

“Semangat ini dibangun dengan pemahaman melampaui keragaman masyarakat. Jika kita dapat melakukan ini, maka akan membuat kita lebih wise dan bijak.” pungkasnya menutup materi petang itu.

Kabarbaru Network

https://beritabaru.co/

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store