Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

KIM dan Para Alumni Perguruan Tinggi Sepakat Jaga Demokrasi dan Tolak Polarisasi 

Jurnalis:

Kabar Baru, Jakarta – Onky Fachrur Rozie yang merupakan mantan Koordinator Pusat Dewan Eksekutif Mahasiswa seluruh Indonesia dan Presidium Nasional Koalisi Indonesia Muda menghadiri agenda Diskusi Nasional dengan tema Acara Menjaga Demokrasi, Melanjutkan Indonesia Maju serta kolaborasi lintas organisasi dan alumni perguruan tinggi, di Riase Cikini, Jakarta Pusat.

Agenda Diskusi Nasional tersebut menghadirkan empat narasumber dan ratusan audiens dari unsur aktivis dan mahasiswa linta kampus di jabodetabek. Adapun keempat narasumber tersbut yakni Onky Fachrur Rozie, Presidium Nasional Koalisi Indonesia Muda dan eks Koordinator Pusat DEMA PTKIN Se-Indonesia.

Hafid Assaf Alumni UNPAD dan Ketum Progib Nusantara, Rizky Abdurrahman Wahid mantan Ketua PMII DKI Jakarta, dan Abraham Koordinator Nasional Koalisi Mahasiswa Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut Onky Fachrur Rozie Presidium Nasional Koalisi Indonesia Muda menyampaikan bahwa Pesta Demokrasi 2024 di ikuti oleh mayoritas anak muda dari millenial dan generasi Z serta harus berjalan dengan riang gembira.

“Momentum lima tahunan pesta demokrasi ini di dominasi oleh generasi muda, maka sudah seharusnya anak muda turut andil menjaga demokrasi dari segala bentuk polarisasi dengan harapan pemilu 2024 Riang gembira” ujar Onky.

Gestun Jogja

Dalam diskusi tersebut, Hafif Assaf menyampaikan dalam proses demokrasi boleh saja menyampaikan kritik, dan aspirasi oleh siapa saja, termasuk para akademisi serta mahasiswa.

Penyampaian pendapat ini ada baiknya dilakukan dengan koridor yang tepat tanpa harus mendelegitimasi pemilu 2024, bahkan cenderung menyudutkan salah satu konstenstan Capres dan Cawapres pada pemilihan yang akan dilakukan sebentar lagi.

“Alih-alih memberikan masukan, malah sebenarnya beberapa pemberi kritik ini terindikasi partisan salah satu pendukung Capres-Cawapres tertentu, yang memiliki tujuan elektoral,” ujar Hafif.

Rizky Abdurrahman Wahid selaku Mantan Ketua PC PMII DKI Jakarta menyampaikan bahwa kaum Intelektual harus menjaga demokrasi, serta menolak segala bentuk polarisasi.

“Kita mengkhawatirkan perihal ini di tunggangi oleh kelompok tertentu dan partisan salah satu Capres-Cawapres, serta akan menyebabkan polarisasi dan kegaduhan di akar rumput, ini yang harus kita hindari” ucap Rizky.

Abraham selaku Kornas Koalisi Mahasiswa Indonesia turut menyampaikan, Demokrasi di Indonesia pada saat ini masih sedang baik-baik saja.

“Pertanyaannya, kenapa sekelompok orang yang mengaku kelompok Intelektual organik baru muncul akhir-akhir ini saja, khususnya menjelang masa pencoblosan di Pemilu 2024. Seharusnya para intelektual organik tidak hanya sekedar mengkritik saja, melainkan menyiapkan solusi road map blue print menuju Indonesia Bonus Demografi 2030 dan Indonesia Emas 2045,” tutur Abraham.

Jasa Fake Order

Kabarbaru Network

https://beritabaru.co/

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store