Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Invasi Berlanjut, Dunia Pertanyakan Keunggulan Udara Rusia

Invasi
Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan penghinaan terhadap Nabi Muhammad tidak bisa dianggap sebagai ekspresi kebebasan seni. (Foto: Dokumen/DW).

Jurnalis:

KABARBARU.CO, INTERNASIONALMenyebut Rusia pada waktu tenang kita membayangkan invasi Rusia dan pengembangan pesawat canggih untuk melawan superioritas pesawat Amerika seperti F-35 dan F-22 Raptor. Rusia bahkan dekade terakhir berhasil merilis dua pesawat yakni SU-57 dan Sukhoi Checkmate yang baru-baru ini dirilis Moskwa.

Pada invasi Rusia ke Ukraina duel udara sangatlah minim. Rusia lebih mengandalkan rudal presisi dengan target ke pusat pertahanan strategis dan pengendalian oprerasi pasukan Ukraina. Strategi ini bukan hal yang baru, Rusia dianggap hanya memastikan potensi perlawanan dari respon serangan. Dengan demikian pengerahan kekuatan udara Ukraina sebagai respon nantinya dapat menjadi data untuk pengerahan kekuatan udara Rusia secara maksimal.

“Mereka belum tentu mau mengambil risiko tinggi dengan pesawat mereka sendiri dan pilot mereka sendiri,” kata seorang pejabat senior pertahanan AS kepada kantor berita Reuters, yang berbicara dengan syarat anonim.

“langkah selanjutnya yang logis dan diantisipasi secara luas, seperti yang terlihat di hampir setiap konflik militer sejak 1938,” tulis lembaga pemikir Royal United Services Institute (RUSI) di London, dalam sebuah artikel berjudul The Mysterious Case of the Missing Russian.

Kehati-hatian Rusia cukup beralasan karena perhitungan biaya yang tidak murah serta kesigakapan pasuka Ukraina yang cukup banyak belajar dari konflik di kawasan yang kuasai separatis pro Rusia.
Sebaliknya, jet tempur angkatan udara Ukraina masih melakukan serangan udara dan serangan darat tingkat rendah. Rusia masih terbang melalui wilayah udara yang diperebutkan.

Gestun Jogja

“Ada banyak hal yang mereka lakukan yang membingungkan,” kata Rob Lee, seorang spesialis militer Rusia di Institut Penelitian Kebijakan Luar Negeri.

Pesawan supersonic seperto Mig-31 dan Mig-25 tidak begitu banyak terlihat melakukan serangan dan dog fight secara langsung. Ada indikasi Putin juga menlakukan pengawasan pada serangan balik skala besar bermodalkan pasokan senjata taktis dari Uni Eropa dan Amerika. Tetapi, ada dugaan cara ini demi mengurangi dampak serangan udara yang berakibat langsung pada sipil.

“Karena setiap hari berjalan, ada biaya dan risikonya naik. Dan mereka tidak melakukan itu dan itu sangat sulit untuk dijelaskan karena alasan yang realistis.” Ujar Rob Lee.

Sebaliknya, pasukan Rusia menerima pengalaman tempur di Suriah, di mana mereka melakukan intervensi di pihak Presiden Bashar al-Assad, dan menunjukkan beberapa kemampuan untuk menyinkronkan manuver darat dengan serangan udara dan pesawat tak berawak.

Kemampuan Ukraina untuk terus menerbangkan jet angkatan udara adalah demonstrasi nyata dari ketahanan negara dalam menghadapi serangan dan telah menjadi pendorong moral, baik untuk militernya sendiri dan rakyat Ukraina, kata para ahli.

Kabarbaru Network

https://beritabaru.co/

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store