Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

HMI Sumenep Anggap Reaktifasi Rel Kereta Api Tak Mewakili Kebutuhan Masyarakat

HMI Sumenep menyelenggarakan Fokus Grub Discusion di Clasic Coffe lingkar barat, (28/05)..

Jurnalis:

Kabar Baru, Sumenep – Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Sumenep menyelenggarakan Fokus Grub Discusion dengan mengangkat tema “Quo Vadis Reaktivasi Rel Kereta Api di Madura, Apa Kabar Infrastruktur Sumenep”, bertempat di Clasic Coffe lingkar barat, (28/05).

Kegiatan ini diselenggarakan karena HMI menilai bahwa isu yang dibawa dan digaungkan oleh Bupati Sumenep Ahmad Fauzi tidak rasional dan tidak mewakili terhadap kebutuhan masyarakat Madura ditengah-tengah carut marutnya infrastruktur Sumenep sebagai wilayah otonominya.

“Ya, acara FGD kami laksanakan agar kader-kader HMI se-Cabang Sumenep bisa mendapatkan pemahaman secara komprehensif mengenai usulan Bupati Sumenep tentang Reaktivasi rel kereta api yang sebenarnya tidak mewakili kebutuhan masyarakat Sumenep”. Ucap M. Luthfi, selaku ketua pelaksana sekaligus Ketua Bidang Hukum dan HAM HMI Cabang Sumenep.

Sedangkan Baharudin Ketua Bidang Partisipasi Pembangunan Daerah (Kabid PPD) mengatakan bahwa persoalan-persoalan yang menyangkut kesejahteraan masyarakat kecil di Kabupaten Sumenep belum teratasi, tidak sepantasnya Bupati Ahmad Fauzi menyampaikan persoalan reaktivasi rel kereta api didepan Kabinet Indonesia Maju Sri Mulyani dan Mahfud MD, apalagi sampai bertemu secara khusus terhadap Mentri Perhubungan dan menyodorkan persoalan reaktivasi tersebut.

“masih banyak persoalan dikabupaten Sumenep yang menjadi tugas utama Bupati untuk diselesaikan, seperti mata rantai kemiskinan, inflasi, stunting, lebih-lebih karena kalau berbicara rel kereta api masuk sektor infrastruktur, maka infrastruktur jalan Sumenep paling pantas disampaikan yang selalu mengalami kekurangan anggaran dan selama Bupati Fauzi memimpin, infrastruktur Sumenep malah semakin tidak karuan, khususnya kepulauan”. Ucap Baharudin.

Gestun Jogja

Mahasiswa asal Kepulauan ini juga menegaskan bahwa ia akan selalu merespon setiap kebijakan pemerintah yang tidak pro terhadap kebutuhan rakyat kecil di Sumenep Khususnya kepulauan yang seakan-akan dibiarkan.

“kami Himpunan Mahasiswa Islam Bidang PPD berkomitmen dengan bidang Hukum HAM tidak akan tinggal diam terhadap kebijakan Bupati Fauzi yang tidak berlandaskan kepentingan rakyat kecil”. Imbuhnya.

M. Shohir selaku Ketua Umum HMI Cabang Sumenep juga menyampaikan, bahwa FGD merupakan langkah awal yang diambil oleh HMI Cabang Sumenep dalam mengawal kebijakan Pemerintah.

“HMI sebagai organisasi yang mengedepankan metode akademis dalam menyikapi segala persoalan, maka FGD merupakan langkah paling tepat dan langkah awal kami dalam mengawal segala kebijakan pemerintah Sumenep”. Pungkas M. Shohir.

Kabarbaru Network

https://beritabaru.co/

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store