Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Cak Imin: Kita Akan Libatkan Petani Urus Pangan, Bukan Menebang Hutan

Jurnalis:

Kabar Baru, Pasuruan – Persoalan produksi pangan nasional belum memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat, khususnya para petani. Upaya pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan tidak berjalan efektif malah para petani tidak produktif.

Di sisi lain, pemerintah berusaha memenuhi kebutuhan pangan nasional dengan membuka lahan baru yang lebih luas di wilayah perhutanan. Program tersebut diberi nama ‘Food Estate’ dan dibuka di beberapa wilayah di Indonesia.

Sayangnya, program strategis nasional (PSN) tersebut tak berjalan mulus. Hingga akhirnya menelan anggaran yang cukup besar dan solusi pemenuhan kebutuhan pangan nasional akhirnya impor dari negara lain.

Baca Juga  Presiden Jokowi: Bantuan Pangan Bulog, Solusi Hadapi Kenaikan Harga 

Menanggapi kegagalan program Food Estate, banyak pihak yang menyayangkan anggaran negara tidak tersalurkan untuk kebutuhan yang lebih pokok, yakni penyediaan pupuk dan bibit unggul bagi para petani. Pembiaran yang sudah berlangsung lama ini pun mendapat kritikan tajam dari Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus Imin.

“Petani puluhan tahun nggak kebagian pupuk, bibit unggul juga jarang diberikan. Ini namanya melenceng dari cita-cita demokrasi. Rakyat, terutama petani, harus dilibatkan dalam pembangunan pertanian,” ujar Gus Imin, Jumat (26/01/2024).

“Kalau krisis pangan terjadi, mestinya Petani yang untung dan berproduksi sehingga pasar terpenuhi, Petaninya untung dan bisa menabung. Yang terjadi sekarang Petani tetap rugi, jarang untung, pupuk susah dan mahal. Ini yang harus diluruskan!” tegasnya.

Baca Juga  BUMDesa Ekspor Anggrek, Gus Halim: Bukti Eksistensi Ekonomi Desa Menguat

Ketua Umum PKB ini meminta pemerintah lebih memprioritaskan Petani dalam produksi pangan nasional. Menurutnya, Food Estate hanya menguntungkan segelintir orang, bukan para petani yang hidupnya belum sejahtera.

“Food Estate ini kira-kira gini, duit pemerintah puluhan triliun, dikelola perusahaan, nebang hutan, nggak ada petani, perusahaan kabeh sing nangani. Kalau sukses gak masalah, lha ini tanam singkong, tumbuh jagung. Ruwet kan?” imbuhnya.

Baca Juga  Berhasil Kelola Lingkungan, PT BSI Dapat Penghargaan PLTU DLH Jatim

“Negara justru harusnya menyediakan pupuk untuk petani. Bukan malah menebang hutan yang mengganggu dan merusak lingkungan,” tambahnya.

Oleh karena itu, Gus Imin bertekad ke depannya pasangan AMIN (Anies-Muhaimin) akan mengevaluasi seluruh program dan kebijakan pemerintah. Tujuannya jelas, untuk mengembalikan kemakmuran rakyat dan urusan pertanian dikembalikan pada para Petani.

“Perjuangan perubahan salah satunya adalah menolak cara-cara menyediakan pangan nasional tapi tidak melibatkan petani-petani. Yang tahu soal pertanian ya petani. Betul apa betul?” ujar Gus Imin.

Kabarbaru Network

https://beritabaru.co/

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store