Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Indonesia Mengandalkan Minyak Sawit Jadi BBM, Begini Respon Politisi Demokrat

Jurnalis:

Kabar Baru, Jakarta – Indonesia akan fokus mengandalkan minyak sawit sebagai bahan bakar minyak (BBM) alternatif mulai 2045. Hal tersebut menyusul rencana Indonesia menyetop impor bahan bakar fosil.

Anggota Komisi VII DPR RI, Sartono Hutomo mengapresiasi hal itu, namun semua pihak juga wajib mengingatkan pemerintah bahwa biodiesel yang digunakan dalam campuran solar berasal dari CPO yang diproduksi melalui pembakaran lahan, yang mengakibatkan pelepasan emisi yang juga mendorong terjadinya krisis iklim dan mengancam kesehatan masyarakat.

Disamping itu pun, menurut Sartono, Pemerintah juga memerlukan kesiapan infrastruktur dan pembiayaan tidak sedikit karena ini baru pertama sehingga butuh uji coba sampai bisa diterapkan di masyarakat.

Baca Juga  Politeknik Tridaya dan Perusahaan Smelter Siapkan SDM Unggul Indonesia

“Transisi energi adalah keniscayaan, yang jelas yang menjadi inti persoalannya adalah bagaimana menyajikan energi bersih dan tetap terjangkau di masyarakat. transisi energi dari fosil ke non fosil harus berdampak pada perekonomian bangsa. jangan malah sebaliknya,” kata Sartono kepada wartawan di Jakarta.

Namun demikian, Politikus Partai Demokrat ini tetap menyambut positif rencana Menkomarves yang mengandalkan minyak sawit menjadi BBM. Namun tetap mengedepankan keberpihakan kepada produk nasional.

Baca Juga  Wakili Negara, Peran Strategis KADIN Indonesia di World Economic Forum

“Kita sambut positif rencana dari Menkomarves tersebut selama hal tersebut berpihak kepada pengusaha nasional, Serta sumberdaya manusianya melibatkan rakyat kita sendiri. Dan oleh karena itu pengawasan terhadap standard operasional prosedur CPO yang ketat menjadi kunci dalam pengembangan biofuel di Indonesia,” tegas legislator dapil Jatim VII ini.

Sebelumnya diberitakan, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan 2045 menjadi tahun pilihan. Berdasarkan riset, Indonesia diprediksi bisa memproduksi sekitar 100 juta ton minyak sawit di tahun tersebut.

Baca Juga  PT GNI Berkolaborasi Dengan Mahasiswa Dalam Pencegahan Emisi Karbon 

Optimisme itu disampaikan Luhut dalam Indonesia Zero Pathway: Opportunity & Challenges yang digelar di Paviliun Indonesia, World Economic Forum Annual Meeting 2023 di Davos, Swiss. Nantinya, minyak sawit bakal digunakan untuk pangan dan BBM.

“30 persennya akan diarahkan untuk pangan dan sisa 70 persennya kita bisa lakukan riset dan bisa bikin etanol. Jadi kita tidak perlu mengimpor minyak fosil pada saat itu,” kata Luhut, Kamis 19 Januari 2023.

Kabarbaru Network

https://beritabaru.co/

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store