Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Wiku Adisasmito Bocorkan Lima Strategi Indonesia Keluar Dari Jebakan Pandemi

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, (Foto: sok/istimewa)..

Jurnalis:

KABARBARU, JAKARTA – Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, memaparkan startegi baru yang dilakukan pemerintah RI untuk menangani pandemi covid-19.

Kepada awak media, dia membocorkan salah satunya ada lima indikasi yang akan diterapkan. Kelima indikasi tersebut merupakan kesimpulan dari berbagai diskusi secara paralel.

Menurut dia, semua indikasi tersebut bisa disimpulkan solusinya di program vaksinasi massal. Oleh karena itu, dia mendorong program tersebut disukseskan untuk memberikan harapan hidup sehat kepada masyarakat.

Baca Juga  Ahmad Dhani: Kehadiran Iwan Bule Di Tim Pemenangan Prabowo Sangat Bagus

“Hal ini perlu diantisipasi dan terus dievaluasi agar tidak kembali meningkat di minggu berikutnya. Cakupan vaksinasi untuk kekebalan tubuh masyarakat perlu ditingkatkan dan diperluas agar dapat tercapai perlindungan maksimal,” kata Wiku di Jakarta, Rabu (3/11/2021).

“Negara dengan cakupan vaksinasi dosis lengkap tetap peningkatan kasus karena kendornya kedisiplinan protokol kesehatan terutama penggunaan masker,” imbuhnya.

Sebagai informasi, lima indikasi tersebut sebagai berikut; Pertama, tingginya kasus positif pada lonjakan kedua menyebabkan meningkatnya jumlah penyintas Covid-19 yang kekebalan alami tubuhnya meningkat.

Baca Juga  Anis Matta: Ayo Pilpres 2024 Isi Dengan Politik Gagasan, Bukan Polarisasi Agama

Kedua, meningkatnya usaha dan cakupan program vaksinasi yang cukup signifikan dalam waktu cepat sehingga berkontribusi membentuk kekebalan tubuh masyarakat yang dibuktikan dengan data Serosurveillance.

Ketiga, upaya pembatasan aktivitas masyarakat yang disesuaikan dengan kondisi daerah hingga tingkat kabupaten/kota dan terus dievaluasi setiap dua minggu efektif untuk menekan penularan.

Keempat, upaya pembatasan mobilitas yang tidak hanya dilakukan antarwilayah di Indonesia, tetapi juga dari luar negeri, makin meminimalisasi potensi penularan kasus importasi.

Baca Juga  Panglima TNI Bantah Ada Operasi Militer di Pulau Rempang Batam 

Kelima, pembukaan sektor sosial ekonomi dengan penuh kehati-hatian serta dibarengi dengan upaya disiplin protokol kesehatan 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan) yang diawasi pada setiap sektornya.

Untuk itu, Wiku mengatakan, menuju periode Natal dan Tahun Baru nanti perlu tetap diawasi semua aktivitas masyarakat. Hal ini merujuk pada tren kasus positif di 34 provinsi. Pasalnya, terdapat 3 provinsi yang menunjukkan tren peningkatan pada minggu terakhir, yaitu Jawa Barat, Gorontalo, dan Maluku Utara.

Kabarbaru Network

https://beritabaru.co/

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store