Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Ratusan Mahasiswa Demo di Depan Grahadi, Desak PJ Gubernur Jatim Mundur 

Jurnalis:

Kabar Baru, Surabaya – Jaringan Aktivis Demokrasi Indonesia (Jakdi) Jawa Timur dan Poros Revolusi Indonesia kembali menggeruduk Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta dan Gedung Negara Grahadi di Surabaya, Selasa (19/03/2024) sore.

Jasa Penerbitan Buku

Mereka lagi-lagi meminta KPK jangan sampai berhenti mengusut Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Penjabat (Pj) Gubernur Jatim, Adhy Karyono yang dinilai janggal serta dugaan keterlibatan dalam korupsi bantuan sosial (bansos) beras di Kementerian Sosial (Kemensos) pada 2020

Ini merupakan aksi kedua, setelah sebelumnya kedua elemen aktivis tersebut melakukannya pada Rabu, 28 Februari 2024.

Di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya, aktivis berorasi sambil membentangkan sejumlah spanduk, di antaranya bertuliskan: Copot Adhy Karyoni Koruptor Pj Gubernur Jawa Timur.o

Ada empat tuntutan yang mereka teriakkan. Pertama, meminta KPK segera melanjutkan  proses penanganan kasus yang diduga melibatkan Adhy Karyono. Kedua, minta Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) segera mengaudit LHKPN Adhy yang terdeteksi adanya aktivitas transaksi janggal.

Ketiga, mengimbau KPK agar bersikap tegas dalam mengusut tuntas kasus Adhy yang diduga sebagai aktor korupsi beras bansos Kemensos 2020-2021. Kempat, kepada Adhy agar sesegera mungkin mundur dari jabatan sebagai Pj Gubernur sebagai pertanggungjawaban moral kepada seluruh masyarakat Jatim.

Terkait kembali melakukan aksi, Koordinator Jakdi Jatim, Ery Mahmudi menegaskan karena sejak aksi pertama tidak ada itikad baik dari Adhy untuk memberikan klarifikasi.

“Sampai hari ini kita belum tahu pasti terhadap keberlanjutan kasus yang menyeret nama Adhy Karyono. Kami juga punya komitmen, ini harus ada jawaban yang jelas dan titik terang dari KPK,” kata Ery.

Salah satu narator yaitu ody juga menyampaikan bahwa masyarakat jawa timur malu memiliki pemimpin yang tidak mempertanggungjawabkan perbuatannya apalagi catatan terindakasi memanfaatkan jabatan demi kepentingan pribadi.

“Kami selaku mahasiswa dan masyarakat jawa timur yang melek pengetahuan tidak akan membiarkan jawa timur di eksploitasi oleh pemimpin yang memiliki catatan buruk”

Diakhir Ery kembali menegaskan akan terus turun menggelar aksi, berapa pun jumlah peserta yang penting konsisten sampai pihak Adhy memberikan klarifikasi dan jawaban atau semua pertayaan dan ada titik terang dari KPK.

Sedangkan untuk aksi di Jakarta, tandas Ery, selain menggelar orasi juga menyampaikan laporan terkait temuan data-data. “Sudah dijawab juga sama pihak KPK, bahwa data-data kami akan diklarifikasi kebenarannya,” akunya.

“Jadi kita di Jatim bergerak, di Jakarta juga gerak. Minggu depan kita akan kembali turun di Jatim dan akan lebih besar lagi, karena sudah berkomuikasi dengan pihak mahasiswa dan pemuda di Jatim,” pungkasnya.

Kabarbaru Network

https://beritabaru.co/

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store