Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Negara Harus Hadir Saat Perempuan Menginginkan Perluasan Peran

Jurnalis:

Kabar Baru, Jakarta – Memasuki usia kemerdekaan yang ke-78, Indonesia mempunyai banyak tantangan yang sangat kompleks. Jangan sampai perayaan kemerdekaan hanya sebatas seremonial semata.

Tanpa ada inspirasi perubahan dan semangat untuk mengisi kemerdekaan menuju Indonesia yang beradab.

Di tengah kegalauan seremonial kemerdekaan, kaum perempuan mempunyai tugas penting untuk melakukan artikulasi perannya dalam mengisi kemerdekaan.

Mengartikulasikan peran perempuan tidak bisa dilepaskan dari unit bernama keluarga, karena keluarga merupakan unit negara paling kecil.

Stabilitas negara bisa dilihat dari stabilitas keluarga yang menghuni negara itu.

Presidium Forum Alumni Kohati (FORHATI) Nasional, Wa Ode Nurhayati, menanggapi bahwa esensi kemerdekaan adalah berdampak positif bagi perempuan Indonesia.

Baca Juga  Berdasarkan Salinan C-Hasil, Partai Gelora Berpeluang Lolos Ke Senayan

Sebagaimana, amanat UU Dasar 1945 dan Pancasila. Tidah boleh ada lagi perempuan Indonesia yang mengalami perlakuan berbeda disegala lini, Negara penting hadir memberi ruang akselarasi seluasnya bagi pendidikan Perempuan.

“Salah satu langkahnya, kementrian terkait mengevaluasi sejauh apa peran anggaran dalam pendampingan jangka panjang dan jangka pendek terhadap perempuan Indonesia dari Sabang sampai Merauke,” terangnya.

Kehadiran beberapa Perempuan berpengaaruh nasional harus disyukuri tetapi tidak boleh berpuas diri, sebab ruang politik hanya salah satu wadah dari sekian ruang sosial yang harus diisi. Sebagaimana pesan Perempuan adalah sebagai tiang negara.

Baca Juga  Luruskan Informasi: Surya Paloh ke Istana Karena Diundang Jokowi 

“Kita memang pantas berbangga. Terhadap prestasi politik perempuan di indonesia. Kita pernah punya presiden perempuan, Ibu Megawati dan hari ini kita punya Ketua DPR RI dari kalangan perempuan, meski masih keluarga yang sama, tp ini telah menjadi tonggak sejarah yang membuat negara luar memandang tangguh perempuan-perempuan Indonesia dalam bidang politik” tegasnya.

Bagi politisi Partai Hanura ini, dia memberikan perhatian khusus agar peran Perempuan bisa terbuka. Salah satu dimulai dengan memenuhi afirmasi politik 30% untuk Perempuan.

Baca Juga  2.676 Lomba Karya Tulis (LKJ) Coling System Polda Riau Siap di Nilai

Menurutnya, sejauh ini dalam pentas politik respon aktivis perempuan telah beramai-ramai turun kejalan memperjuangkan kuota 30 persen perempuan, tapi faktanya mengisisi komposisi dalam kuota itu tdk berkenan.

“Ada bias antara semangat dan kenyataan, dari sisi hukum masih banyak perempuan mendapat perlakuan berbeda. Padahal kalau kita semua sama dalam memandang Perempuan, bahwa di wajahnya ada gambaran ibu kita, saudara perempuan kita, anak perempuan kita, maka insha allah tidak akan ada kriminalisasi pada perempuan kita sebagaimana moral yg diajarkan oleh Pancasila,” pungkasnya.

Kabarbaru Network

https://beritabaru.co/

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store