Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

MENTAL REMAJA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS

MENTAL REMAJA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS
MENTAL REMAJA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS.

Jurnalis:

BAB I

Jasa Penerbitan Buku

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Remaja, sebagai fase transisi yang kritis dalam kehidupan seseorang, menandai periode yang ditandai oleh perubahan fisik, emosional, dan sosial yang signifikan. Proses adaptasi terhadap perubahan ini seringkali berjalan serempak dengan tantangan dan tekanan yang mungkin berdampak mendalam pada kesejahteraan psikologis mereka. Fenomena ini semakin kompleks di era modern, yang ditandai oleh dinamika budaya yang terus berubah, teknologi yang berkembang pesat, dan pergeseran nilai-nilai sosial yang mendalam (Khadijah, 2020).

Globalisasi, sebagai dorongan utama di balik dinamika kontemporer, dan perkembangan teknologi komunikasi memberikan remaja akses yang lebih cepat dan meluas terhadap informasi dan interaksi sosial. Namun, di balik kemudahan ini, muncul pula dampak negatif, seperti pengaruh media sosial yang kadang menghasilkan ekspektasi yang tidak realistis, tekanan akademis yang meningkat, dan ketidakpastian identitas diri. Pada saat yang sama, perubahan nilai budaya dan peningkatan mobilitas sosial mempengaruhi pola hubungan interpersonal di kalangan remaja(Ilam, 2022).

Konteks Indonesia sebagai negara dengan keberagaman budaya dan sosial yang tinggi memberikan dimensi tambahan dalam pemahaman kesejahteraan psikologis remaja. Faktor-faktor seperti ketidaksetaraan ekonomi, disparitas pendidikan, dan keragaman budaya memberikan warna tersendiri dalam perjalanan psikologis remaja di Indonesia. Peran kuat nilai-nilai budaya dan terbatasnya pemahaman masyarakat terhadap isu-isu kesehatan mental menambah kompleksitas pemahaman tentang kesejahteraan psikologis di tingkat local (Lintang & Najicha, 2022).

Kesejahteraan psikologis remaja tidak hanya relevan sebagai isu kesehatan mental, tetapi juga memainkan peran krusial dalam membentuk masa depan masyarakat. Remaja yang mengalami stres dan tekanan emosional memiliki risiko tinggi menghadapi hambatan-hambatan di fase-fase kehidupan selanjutnya, termasuk masa dewasa. Oleh karena itu, pemahaman yang mendalam tentang dinamika mental remaja dan dampaknya terhadap kesejahteraan psikologis menjadi krusial dalam usaha meningkatkan kualitas hidup dan potensi individu di masa depan (Wulandari et al., 2023).

Dengan memahami kompleksitas ini, dapat dirumuskan kebijakan, intervensi, dan program pendukung yang lebih efektif. Upaya ini bukan hanya terfokus pada penanganan isu-isu kesehatan mental, tetapi juga pada pemberdayaan remaja untuk menghadapi tekanan dan tantangan, membangun ketangguhan emosional, dan mengembangkan pemahaman yang lebih dalam tentang kesejahteraan psikologis mereka. Melalui pendekatan ini, diharapkan akan muncul solusi-solusi yang sesuai dengan konteks budaya dan sosial yang unik di Indonesia, menciptakan landasan yang kuat bagi perkembangan positif remaja dan masyarakat secara keseluruhan.

  1. Rumusah masalah

Dalam konteks kompleks mental remaja dan implikasinya terhadap kesejahteraan psikologis di Indonesia, beberapa permasalahan mendasar yang muncul melibatkan dinamika stres global, perubahan budaya, nilai budaya lokal, keterbatasan layanan kesehatan mental, dan kompleksitas faktor sosio-ekonomi. Oleh karena itu, rumusan masalah penelitian adalah sebagai berikut:

  1. Bagaimana dinamika stres global mempengaruhi kesejahteraan psikologis remaja di Indonesia?
  2. Apa dampak perubahan budaya dan perkembangan teknologi terhadap kesejahteraan psikologis remaja di Indonesia?
  3. Bagaimana nilai budaya lokal memengaruhi persepsi masyarakat terhadap kesehatan mental remaja dan kontribusinya pada stigma terhadap gangguan psikologis?
  4. Tujuan penelitian

Dari rumusan masalah diatas karya tulis ilmiah ini betujuan antara lain:

  1. Menganalisis dampak dinamika stres global pada remaja di Indonesia dan implikasinya terhadap kesejahteraan psikologis.
  2. Mengevaluasi peran perubahan budaya dan teknologi dalam membentuk kesejahteraan psikologis remaja di Indonesia.
  3. Mengidentifikasi pengaruh nilai budaya lokal dalam membentuk persepsi masyarakat terhadap kesehatan mental remaja dan merumuskan strategi mengurangi stigma terhadap gangguan psikologis.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

  1. Dinamika Stres Global pada Remaja

Stres global pada remaja merupakan fenomena kompleks yang mencakup berbagai aspek kehidupan mereka. Penelitian sebelumnya telah secara konsisten menyoroti bahwa remaja, sebagai kelompok rentan, mengalami tekanan dari berbagai sumber. Salah satu sumber utama stres global pada remaja adalah tuntutan akademis yang semakin meningkat. Studi oleh Yulianti et al., (2023) mengidentifikasi bahwa tingginya ekspektasi akademis dapat menciptakan beban tambahan pada remaja, memengaruhi kesejahteraan psikologis mereka.

Dalam perspektif teori stres Lazarus & Folkman, (1984), tekanan akademis diidentifikasi sebagai stresor utama yang dapat memicu respons psikologis dan emosional. Sementara teori ini memandang stres sebagai hasil dari ketidakseimbangan antara tuntutan dan sumber daya individu, beberapa penelitian menambahkan dimensi sosial pada pemahaman stres remaja, mempertimbangkan dinamika hubungan sosial, ekspektasi teman sebaya, dan tekanan sosial untuk mencapai standar tertentu.

Tingkat stres yang tinggi pada remaja dapat berdampak langsung pada kesejahteraan psikologis mereka. Beberapa penelitian menunjukkan korelasi positif antara tingkat stres remaja dan gejala gangguan kesehatan mental, seperti kecemasan dan depresi (Maulida et al., 2020). Dengan demikian, pemahaman mendalam tentang dinamika stres global pada remaja menjadi esensial dalam merancang intervensi dan program pendukung yang dapat meningkatkan kesejahteraan psikologis mereka. Studi lebih lanjut yang menggali sumber stres yang spesifik dan melibatkan perspektif remaja sendiri dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang bagaimana tekanan akademis dan faktor-faktor lainnya berinteraksi dalam membentuk pengalaman stres remaja.

Joki Tugas

 

  1. Perubahan Budaya dan Teknologi

Perubahan budaya dan perkembangan teknologi memberikan dampak yang signifikan terhadap kesejahteraan psikologis remaja, khususnya di konteks Indonesia. Dalam literatur kesehatan mental, beberapa penelitian telah menyoroti aspek-aspek kritis terkait dengan perubahan budaya dan teknologi yang perlu diperhatikan:

 

  1. Pengaruh Media Sosial dan Teknologi Komunikasi

Penelitian terkini secara konsisten menunjukkan bahwa penggunaan media sosial dan eksposur terhadap teknologi komunikasi memiliki implikasi besar terhadap kesejahteraan psikologis remaja. Keberadaan media sosial menciptakan lingkungan di mana remaja terus-menerus terpapar pada norma kecantikan yang tidak realistis, tekanan untuk mencapai popularitas, dan risiko cyberbullying (Silitonga, 2023). Studi ini merinci bagaimana penggunaan media sosial dapat memicu perbandingan sosial yang merugikan, menimbulkan kecemasan sosial, dan berkontribusi pada peningkatan tingkat depresi dan kecemasan di kalangan remaja (Silitonga, 2023).

 

  1. Dampak Perubahan Budaya terhadap Nilai dan Identitas Remaja

Perubahan budaya yang cepat juga telah mengubah nilai-nilai yang menjadi dasar identitas remaja. Globalisasi membawa dampak signifikan terhadap cara remaja memahami diri mereka, mempengaruhi cara mereka membentuk identitas, dan merasakan keterhubungan dengan masyarakat. Studi-studi ini menyoroti peran perubahan nilai budaya dalam mengevaluasi pandangan remaja terhadap diri mereka sendiri dan dunia di sekitar mereka (Makhmudah, 2019).

 

  1. Teknologi dan Kualitas Tidur Remaja

Dalam konteks perkembangan teknologi, penelitian mengenai hubungan antara penggunaan teknologi, khususnya perangkat elektronik, dan kualitas tidur remaja menarik perhatian. Paparan sinar biru dari perangkat elektronik dapat mengganggu pola tidur remaja, yang pada gilirannya dapat mempengaruhi kesejahteraan psikologis mereka. Keterkaitan antara penggunaan teknologi dan gangguan tidur menjadi perhatian utama dalam upaya memahami dampak teknologi terhadap kesejahteraan remaja (Aisyah & others, 2023).

 

  1. Pentingnya Literasi Digital dan Pendidikan Kesehatan Mental

Sejalan dengan perubahan budaya dan penggunaan teknologi, penting untuk menekankan literasi digital dan pendidikan kesehatan mental di kalangan remaja. Penelitian mendukung perlunya pendekatan holistik yang melibatkan literasi digital agar remaja dapat mengelola dampak penggunaan teknologi pada kesejahteraan psikologis mereka (Farid & others, 2023).

Dalam konteks Indonesia, perubahan budaya dan perkembangan teknologi tidak hanya menjadi tantangan global, tetapi juga menuntut pemahaman mendalam terhadap nilai-nilai lokal dan dinamika sosial yang unik. Studi ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang bermakna tentang cara perubahan budaya dan teknologi memengaruhi kesejahteraan psikologis remaja di Indonesia, membuka jalan untuk strategi intervensi dan pendekatan pencegahan yang sesuai dengan konteks budaya dan sosial setempat.

 

  1. Nilai Budaya Lokal dan Stigma terhadap Kesehatan Mental

Penelitian mengenai nilai budaya lokal dan stigma terhadap kesehatan mental remaja telah menarik perhatian para peneliti dalam memahami kompleksitas dinamika psikologis remaja di berbagai konteks budaya. Saputra et al., (2023) mengidentifikasi bahwa nilai-nilai budaya lokal dapat memainkan peran signifikan dalam membentuk persepsi masyarakat terhadap kesehatan mental. Dalam studi ini, ditemukan bahwa beberapa budaya mungkin lebih cenderung menilai masalah kesehatan mental sebagai suatu bentuk kelemahan atau ketidaknormalan, yang pada gilirannya dapat memperkuat stigma terhadap remaja yang mengalami gangguan psikologis.

Parnawi (2021) menambahkan dimensi psikologis ke dalam diskusi mengenai stigma terhadap kesehatan mental, menyoroti bahwa stigma ini tidak hanya bersumber dari faktor budaya tetapi juga melibatkan aspek-aspek psikologis, seperti persepsi masyarakat terhadap kemampuan dan kekuatan individu. Penelitian ini menunjukkan bahwa upaya untuk mengurangi stigma terhadap kesehatan mental remaja harus mencakup edukasi yang mendalam tentang sifat gangguan psikologis, membatasi stereotip negatif, dan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap kompleksitas kesehatan mental.

Dengan memahami nilai budaya lokal dan stigma terhadap kesehatan mental, penelitian ini berusaha mengeksplorasi strategi-strategi yang dapat mereduksi stigma dan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang isu-isu psikologis remaja di Indonesia. Dengan demikian, melalui analisis literatur ini, diharapkan penelitian lebih lanjut dapat merumuskan intervensi yang sesuai dengan konteks budaya Indonesia, sehingga dapat memberikan kontribusi positif terhadap kesejahteraan psikologis remaja.

 

  1. Keterbatasan Layanan Kesehatan Mental
  2. Dinamika Stres Global pada Remaja

Penelitian terdahulu menyoroti kompleksitas dinamika stres global yang dihadapi oleh remaja, mencakup tuntutan akademis, eksplorasi identitas, dan tekanan sosial. Nikmatu Solicha & Amalia, (2021) menekankan bahwa stres bukan hanya hasil dari peristiwa eksternal tetapi juga bagaimana individu menilai dan menghadapi situasi tersebut. Studi empiris oleh Rahma & Cahyani (2023) menyelidiki dampak stres pada remaja dan mengidentifikasi bahwa tingkat stres yang tinggi dapat berpotensi mengurangi kesejahteraan psikologis mereka.

 

  1. Perubahan Budaya dan Teknologi

Perubahan budaya dan perkembangan teknologi menjadi fokus penelitian dalam memahami implikasi terhadap kesejahteraan psikologis remaja. Annah (2023) mendokumentasikan peningkatan penggunaan media sosial di kalangan remaja dan mengaitkannya dengan peningkatan masalah kesehatan mental. Literatur ini menyoroti perlunya memahami secara mendalam interaksi kompleks antara perubahan budaya, teknologi, dan kesejahteraan psikologis remaja dalam konteks Indonesia.

 

  1. Nilai Budaya Lokal dan Stigma terhadap Kesehatan Mental

Stigma terhadap kesehatan mental remaja seringkali dipengaruhi oleh nilai budaya lokal. Studi oleh Murty (2022) menunjukkan bahwa budaya memiliki peran signifikan dalam membentuk persepsi masyarakat terhadap gangguan psikologis. Penelitian ini mengindikasikan perlunya memahami norma-norma budaya yang dapat memengaruhi cara kesehatan mental remaja dipahami dan diakses di masyarakat Indonesia.

 

  1. Keterbatasan Layanan Kesehatan Mental

Keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan mental, khususnya di daerah terpencil, menjadi perhatian utama dalam literatur. Studi oleh (Lisnarini et al., 2019) mencermati bahwa remaja di daerah terpencil sering mengalami kesulitan dalam mendapatkan bantuan profesional. Tinjauan ini menggarisbawahi perlunya mengatasi hambatan infrastruktur dan meningkatkan aksesibilitas layanan kesehatan mental untuk memenuhi kebutuhan remaja di seluruh Indonesia.

 

  1. Pengaruh Faktor Sosio-Ekonomi

Penelitian sebelumnya menggambarkan bahwa remaja menghadapi tekanan dari berbagai sumber, termasuk tuntutan akademis yang tinggi, konflik identitas, dan ekspektasi sosial. Konsep stres global mempertimbangkan berbagai faktor, mulai dari perubahan sosial hingga ketidakpastian masa depan, yang secara signifikan mempengaruhi kesejahteraan psikologis remaja (Sabekti, 2019).

Perubahan budaya dan perkembangan teknologi juga memiliki dampak yang signifikan pada kesejahteraan psikologis remaja. Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media sosial dan paparan informasi yang berlebihan dapat menjadi sumber stres tambahan, memengaruhi pola tidur, identitas diri, dan citra tubuh remaja. Hal ini menciptakan konsep kesejahteraan psikologis sebagai respons terhadap perubahan budaya dan teknologi modern (Sabekti, 2019).

Nilai budaya lokal memainkan peran kunci dalam membentuk persepsi masyarakat terhadap kesehatan mental remaja. Literatur menyoroti bahwa stigma terhadap gangguan psikologis dapat diperkuat oleh norma dan nilai budaya tertentu. Penelitian ini mencoba untuk menggali hubungan antara nilai budaya lokal dan konsep stigma terhadap kesehatan mental, mengidentifikasi elemen-elemen kultural yang dapat membentuk pemahaman masyarakat (Annah, 2023).

Keterbatasan layanan kesehatan mental menjadi fokus penting dalam literatur. Dalam konteks Indonesia, terutama di daerah terpencil, keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan mental merupakan kendala serius bagi remaja. Penelitian menunjukkan bahwa kurangnya dukungan sosial dan edukasi mengenai kesehatan mental dapat memperburuk situasi, meningkatkan risiko gangguan psikologis tanpa akses yang memadai ke bantuan profesional (Fatimah, 2023).

Faktor sosio-ekonomi, seperti ketidaksetaraan ekonomi dan disparitas pendidikan, juga ditemukan berkaitan erat dengan kesejahteraan psikologis remaja. Studi-studi terkini menyoroti bahwa kondisi sosio-ekonomi yang buruk dapat menciptakan lingkungan yang kurang mendukung perkembangan psikologis remaja, meningkatkan risiko stres dan gangguan mental (Lisa Oktiama, 2020).

Melalui penguraian tinjauan pustaka ini, diharapkan dapat terbentuk pemahaman yang holistik tentang dinamika kompleks yang memengaruhi kesejahteraan psikologis remaja di Indonesia. Keseluruhan, literatur tersebut mengeksplorasi interaksi antara faktor global dan lokal, teknologi dan nilai budaya, serta tantangan aksesibilitas dan ketidaksetaraan dalam layanan kesehatan mental, memberikan dasar pemikiran yang kuat untuk merumuskan penelitian lebih lanjut dan intervensi yang relevan di tingkat lokal dan global.

BAB III

METODE PENELITIAN

  1. Desain Penelitian

Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Pendekatan kualitatif memfokuskan pada deskripsi dan interpretasi fenomena, dengan peneliti sebagai instrumen kunci untuk mengeksplorasi realitas kompleks yang melibatkan faktor sosial dan budaya (Sugiyono, 2017). Desain penelitian yang diimplementasikan dalam penelitian ini adalah studi literatur (literature review) yang digunakan untuk mendapatkan wawasan mendalam tentang isu-isu kesejahteraan psikologis remaja di Indonesia.

Studi literatur, dalam konsep penelitian ini, didefinisikan sebagai laporan diskursif mengenai apa yang telah dipublikasikan oleh ilmuwan dan peneliti terakreditasi terkait dengan topik tertentu (Taylor, 2013). Pendekatan ini bukan hanya sekadar menyajikan daftar literatur, tetapi lebih kepada pengembangan prosa diskursif yang merinci pemahaman terhadap topik penelitian. Literature review memungkinkan peneliti untuk mengevaluasi tubuh literatur yang relevan dengan pertanyaan penelitian spesifik, mengumpulkan ide-ide dari penelitian-penelitian penting dan teori yang berkaitan (Fraenkel, 2012).

Penelitian ini menggunakan sumber data sekunder yang merujuk pada publikasi yang menggambarkan karya orang lain (Fraenkel, 2012). Dalam studi literatur ini, penulis melakukan pencarian lintas berbagai sumber tertulis, termasuk buku, arsip, majalah, artikel, dan jurnal, untuk mendapatkan pemahaman yang komprehensif terhadap permasalahan kesejahteraan psikologis remaja di Indonesia. Data yang dihasilkan dari studi kepustakaan ini dijadikan rujukan utama untuk memperkuat argumentasi dan pembahasan hasil penelitian.

Studi literatur yang dilakukan oleh penulis tidak hanya berfokus pada aspek teoritis, tetapi juga mencakup nilai, budaya, dan norma yang berkembang dalam situasi sosial yang menjadi fokus penelitian. Pemilihan teknik studi literatur dilakukan untuk mengungkapkan berbagai teori yang relevan dengan permasalahan yang diteliti serta menjadi bahan rujukan penting dalam menyusun argumentasi hasil penelitian (Sugiyono, 2017).

  1. Prosedur Penelitian

Pentingnya Literature Review dalam konteks penelitian mengenai “Mental Remaja dan Implikasinya terhadap Kesejahteraan Psikologis” terletak pada identifikasi sistematis, lokasi, dan analisis dokumen yang relevan dengan permasalahan penelitian. Sesuai dengan pandangan Fraenkel, (2012), proses ini memerlukan pendekatan yang teliti untuk mengeksplorasi kerangka pengetahuan yang telah ada.

Penelitian kualitatif yang dilakukan dalam tema ini mencangkup sejumlah tahapan. Pertama, dilakukan identifikasi masalah penelitian yang berkaitan dengan dinamika stres global pada remaja. Penelusuran dokumen-dokumen terkait memberikan wawasan tentang tekanan global yang dapat mempengaruhi kesejahteraan psikologis remaja. Adanya informasi mengenai perubahan budaya dan perkembangan teknologi juga menjadi fokus dalam proses literature review, menggali pemahaman mendalam tentang dampaknya terhadap kesejahteraan psikologis remaja.

Setelah menemukan permasalahan, proses selanjutnya adalah merumuskan pertanyaan penelitian yang akan dijawab. Pertanyaan penelitian harus mencakup dinamika stres global, perubahan budaya, dan faktor-faktor lain yang memengaruhi kesejahteraan psikologis remaja di Indonesia. Literature review pada tahap ini mendukung penyusunan pertanyaan penelitian dengan menyediakan dasar teoretis yang memadai.

Tentu saja, penentuan tujuan penelitian menjadi langkah berikutnya setelah pertanyaan penelitian ditetapkan. Dalam tema “Mental Remaja dan Implikasinya terhadap Kesejahteraan Psikologis,” literature review memberikan gambaran tentang tujuan umum penelitian tersebut, yaitu menganalisis dampak stres global, perubahan budaya, dan nilai budaya lokal terhadap kesejahteraan psikologis remaja di Indonesia.

Kerangka konsep menjadi bagian penting yang terbentuk melalui pemahaman dari literature review. Penelitian ini memerlukan landasan konseptual yang solid untuk memahami kompleksitas faktor-faktor yang mempengaruhi kesejahteraan psikologis remaja. Dengan merinci aspek-aspek seperti nilai budaya lokal dan keterbatasan layanan kesehatan mental, literature review membantu membentuk kerangka konsep yang terkait erat dengan realitas sosial dan budaya di Indonesia.

Terakhir, proses validasi dilakukan untuk memastikan bahwa pendekatan dan konsep yang diadopsi dalam penelitian kualitatif ini sesuai dengan cakupan dan konteks tematiknya. Literature review memberikan dasar kuat untuk proses validasi ini, memastikan bahwa pertanyaan penelitian, tujuan, dan kerangka konsep telah melalui evaluasi yang cermat berdasarkan pengetahuan yang telah ada.

Dengan demikian, literature review pada tema penelitian “Mental Remaja dan Implikasinya terhadap Kesejahteraan Psikologis” tidak hanya menjadi tahapan wajib namun juga menjadi pondasi penting untuk menyusun fondasi penelitian kualitatif yang berarti dan relevan dengan dinamika kompleks yang dialami oleh remaja di Indonesia.

  1. Teknik Pengumpulan Data

Penelitian ini mengadopsi metode pengumpulan data menggunakan Secondary Data Project, sebuah pendekatan yang memanfaatkan data sekunder yang umumnya mewakili populasi yang lebih luas dan mencakup berbagai topik (Ibrahim et al., 2023). Pendekatan ini memberikan keleluasaan untuk melakukan analisis yang lebih mendalam dan menyeluruh terhadap aspek-aspek tertentu yang terkait dengan kesejahteraan psikologis remaja.

Dalam konteks penelitian ini, secondary data digunakan untuk mereplikasi atau memperluas temuan sebelumnya yang telah diamati. Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk mengakses data yang sudah ada dan dianalisis sebelumnya, sehingga memungkinkan pembuatan komparasi yang kuat terhadap temuan sebelumnya. Data sekunder tersebut juga memberikan peluang untuk menjawab pertanyaan penelitian baru yang mungkin tidak tercakup dalam analisis data yang telah dipublikasikan sebelumnya (Pahleviannur et al., 2022).

 

Keunggulan dari metode ini terletak pada kapasitasnya untuk memberikan pandangan yang lebih menyeluruh tentang dinamika mental remaja dan kesejahteraan psikologis, mengingat sifat data sekunder yang umumnya mencakup periode waktu yang lebih luas dan variasi topik yang beragam. Dengan merinci ulang data sekunder ini, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pemahaman tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kesejahteraan psikologis remaja, khususnya dalam konteks Indonesia.

  1. Teknik Analisis Data

Analisis data merupakan suatu proses esensial dalam rangka penyederhanaan data ke dalam bentuk yang lebih terbaca dan dapat dipahami. Dengan melakukan analisis data, tujuan utamanya adalah menjadikan data yang telah dihimpun menjadi lebih jelas, serta memberikan makna yang dapat dipahami dengan mudah. Pendekatan analisis data merupakan suatu upaya yang dilakukan dengan cara bekerja intensif dengan data, mengorganisasikannya, memilah-milahnya menjadi satuan yang dapat dikelola, mensintesis informasi yang ada, serta mencari dan menemukan pola yang mungkin tersembunyi di dalamnya.

Menurut Sugiyono, (2017), aktivitas dalam analisis data melibatkan tiga tahap utama, yaitu data reduction (penyederhanaan data), data display (penyajian data), dan conclusion drawing/verification (penarikan kesimpulan/verifikasi). Tahap penyederhanaan data bertujuan untuk menghilangkan kompleksitas dalam data, sehingga informasi yang esensial dapat lebih mudah diidentifikasi. Tahap penyajian data bertujuan untuk menampilkan informasi secara visual agar dapat diinterpretasikan dengan lebih mudah oleh peneliti dan pihak-pihak terkait. Sementara itu, tahap penarikan kesimpulan/verifikasi dilakukan untuk memastikan bahwa kesimpulan yang diambil dari analisis data tersebut dapat diandalkan dan sesuai dengan temuan yang muncul.

Dalam kerangka penelitian, pendekatan analisis data, sebagaimana dijelaskan oleh Sugiyono (2017), melibatkan aktivitas-aktivitas kritis seperti data reduction, data display, dan conclusion drawing/verification. Data reduction melibatkan proses penyederhanaan data dengan cara mengeliminasi informasi yang tidak esensial dan memfokuskan pada aspek-aspek kunci yang relevan dengan tujuan penelitian. Setelah itu, data display melibatkan penyajian data secara terstruktur dan sistematis, memungkinkan peneliti untuk mengidentifikasi pola atau tren yang muncul. Terakhir, conclusion drawing/verification merupakan tahap penarikan kesimpulan yang dilakukan dengan hati-hati berdasarkan analisis yang telah dilakukan sebelumnya, memastikan bahwa temuan yang dihasilkan dapat diandalkan dan sesuai dengan objektif penelitian.

Dengan demikian, analisis data tidak hanya merupakan suatu proses teknis, tetapi juga sebuah rangkaian aktivitas intelektual yang melibatkan interpretasi dan pengambilan keputusan berdasarkan informasi yang ditemukan. Dengan pendekatan yang sistematis dan cermat dalam analisis data, diharapkan penelitian dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam menghasilkan temuan yang berkualitas dan relevan.

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

 

BAB V

KESIMPULAN

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Aisyah, I. U., & others. (2023). Penggunaan Gadget Terhadap Kualitas Tidur Dan Kesehatan Mental Remaja. Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial, 2(9), 11–20.

Annah, I. (2023). Promosi Kesehatan Remaja. UNISMA PRESS.

Farid, A., & others. (2023). Literasi Digital Sebagai Jalan Penguatan Pendidikan Karakter Di Era Society 5.0. Cetta: Jurnal Ilmu Pendidikan, 6(3), 580–597.

Fatimah, F. (2023). Perpustakaan Sebagai Pusat Kesehatan Mental: Studi Kasus Pusat Research and Innovation Center Of Graduate School Program Pascasarjana UIN Imam Bonjol. Maktabatuna, 5(2), 145–157.

Fraenkel, J. R. (2012). How to design and evaluate research in education. McGraw-Hill Higher.

Ibrahim, M. B., Sari, F. P., Kharisma, L. P. I., Kertati, I., Artawan, P., Sudipa, I. G. I., Simanihuruk, P., Rusmayadi, G., Nursanty, E., Lolang, E., & others. (2023). METODE PENELITIAN BERBAGAI BIDANG KEILMUAN (Panduan \& Referensi). PT. Sonpedia Publishing Indonesia.

Ilam, T. S. (2022). Media Sosial dan Perubahan Pola Interaksi Sosial Generasi Millenial Pedesaan (Studi Di Desa Dwi Warga Tunggal Jaya Kecamatan Banjar Agung Kabupaten Tulang Bawang). UIN RADEN INTAN LAMPUNG.

Khadijah, K. (2020). Perkembangan jiwa keagamaan pada remaja. Jurnal Al-Taujih: Bingkai Bimbingan dan Konseling Islami, 6(1), 1–9.

Lazarus, R. ., & Folkman, S. (1984). Stress appraisal and coping. Springer Publishing Company.Inc.

Lintang, F. L. F., & Najicha, F. U. (2022). Nilai-nilai sila persatuan Indonesia dalam keberagaman kebudayaan Indonesia. Jurnal Global Citizen: Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan, 11(1), 79–85.

Lisa Oktiama, M. (2020). Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Tingkat Stress Mahasiswa Dalam Mengerjakan Skripsi Di S1 Keperawatan Universitas Muhammadiyah Ponorogo. Universitas Muhammadiyah Ponorogo.

Lisnarini, N., Suminar, J. R., & Setianti, Y. (2019). Keunggulan dan Hambatan Komunikasi dalam Layanan Kesehatan Mental pada Aplikasi Telemedicine Halodoc. Psikobuletin: Buletin Ilmiah Psikologi, 4(3), 176–193.

Makhmudah, S. (2019). Medsos dan Dampaknya Pada Perilaku Keagamaan Remaja. Guepedia.

Maulida, H., Jatimi, A., Heru, M. J. A., Munir, Z., & Rahman, H. F. (2020). Depresi pada komunitas dalam menghadapi pandemi COVID-19: A systematic review. Jurnal Sains Dan Kesehatan, 2(4), 519–524.

Murty, A. I. (2022). Psikologi Kesehatan. PT. RajaGrafindo Persada-Rajawali Pers.

Nikmatu Solicha, S., & Amalia, N. (2021). Persepsi Remaja tentang Strategi Coping Stres Dimasa Pandemi COVID-19.

Pahleviannur, M. R., De Grave, A., Saputra, D. N., Mardianto, D., Hafrida, L., Bano, V. O., Susanto, E. E., Mahardhani, A. J., Alam, M. D. S., Lisya, M., & others. (2022). Metodologi Penelitian Kualitatif. Pradina Pustaka.

Parnawi, A. (2021). Psikologi perkembangan. Deepublish.

Rahma, A., & Cahyani, S. (2023). Analisa Hubungan Antara Rasa Syukur Terhadap Kesehatan Mental Remaja di Banjarbaru. Religion: Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya, 1(6), 664–679.

Sabekti, R. (2019). Hubungan intensitas penggunaan media sosial (jejaring sosial) dengan kecenderungan narsisme dan aktualisasi diri remaja akhir. Universitas Airlangga.

Saputra, A. M. A., Tawil, M. R., Hartutik, H., Nazmi, R., La Abute, E., Husnita, L., Nurbayani, N., Sarbaitinil, S., & Haluti, F. (2023). Pendidikan Karakter Di Era Milenial: Membangun Generasai Unggul Dengan Nilai-Nilai Positif. PT. Sonpedia Publishing Indonesia.

Silitonga, P. (2023). Pengaruh Positif Dan Negatif Media Sosial Terhadap Perkembangan Sosial, Psikologis, Dan Perilaku Remaja Yang Tidak Terbiasa Dengan Teknologi Sosial Media Di Indonesia. Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora, 2(4), 13077–13089.

Sugiyono. (2017). Metode Penelitian. Alfabeta.

Taylor, D. . (2013). Social penetration: The development or interpersonal relationship. Holt, Rinehart & Winston.

Wulandari, S., Pratiwi, A., Aisyah, F., Ummah, W., Kuswandari, E., Ningrum, N. B., Risnasari, N., Gustina, I., & others. (2023). Meningkatkan Kesadaran Dan Pemahaman Kesehatan Reproduksi Remaja. Get Press Indonesia.

Yulianti, H., Umami, S. B., Fathoni, M., & others. (2023). Eksplorasi Faktor Psikososial Yang Mempengaruhi Penyebab Konflik Siswa Di Lembaga Pendidikan Era Pasca Pandemi. Harmoni: Jurnal Ilmu Komunikasi dan Sosial, 1(4), 178–193.

 

Kabarbaru Network

https://beritabaru.co/

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store